“Diremehkan tuk kesekian kali” kata itulah yang terlintas oleh ku ketika mendengar konflik perbatasan di kalimnatan barat. Konflik yang menjadi headlines media beberapa hari terakhir ini. Indonesia terancam kehilangan 1.400 hektare tanah di Camar Bulan dan 80 ribu meter persegi di pantai Tanjung Datu. Lagi-lagi malaysia bangsa serumpun kita yang mencoba mengusik kedaulatan dan keutuhan wilayah kita. Hal ini membuatku semakin bertanya? Mengapa seakan-akan malaysia tak sungkan mengusik kita ya?
Dari sebuah situs ku ketahui konflik malaysia dan republik indonesia sudah berlangsung lama sejak era bung karno bahkan jaman nenek moyang. Namun bedanya dulu era bung karno, indonesia dikenal sebagai macan asia yang disegani oleh bangsa-bangsa lain. Tapi sekarang berbanding terbalik, lebih sering diremehkan ketimbang ditakuti. Kasian sekali kita...
Kalian bisa melihat salah satu sejarahnya disini
Petikan pidato bung karno ketika memproklamirkan gerakan Ganyang Malaysia Januari 1963
Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!
Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu
Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.
Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.
Yoo...ayoo... kita... Ganjang...
Ganjang... Malaysia
Ganjang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!
Soekarno.
Bandingkan dengan pidato presiden SBY terkait konflik perbatasan di kalbar :
“Terakhir, insiden yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia baru-baru ini akan kita tuntaskan penyelesaiannya. Indonesia akan terus mendorong Malaysia untuk benar-benar menyelesaikan perundingan batas wilayah yang sering memicu terjadinya insiden dan ketegangan. Dengan demikian, dengan dapat dicegahnya ketegangan dan benturan-benturan yang tidak perlu, saya yakin permasalahan, hubungan baik dan kerjasama bilateral antara Indonesia –Malaysia akan berkembang lebih besar lagi.
Ke depan dalam hubungan antar bangsa yang lebih luas, kita harus terus menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah kita, dan terus membangun diri menjadi negara yang maju, sejahtera, dan bermartabat, dengan tetap menjaga hubungan baik dan kerjasama dengan negara-negara sahabat”.
Kalian bisa meliaht pidato lengkapmya disini
Bagaimana pendapat kalian?? Kita bisa menilainya sendiri.
bangsa ini telah hilang kebesarannya. Lebih sering diacuhkan dan diremehkan. Salah satu contohnya saudara-saudara kita yang disiksa dan dilecehkan saat menjadi TKI di negara jiran. Pahlawan devisa ini lebih sering dirampas haknya ketimbang dipenuhi haknya. Kemudian pengklaiman bangsa-bangsa lain terhadap budaya ataupun hak cipta kita. Entah sudah berapa ratus budaya kita yang sudah d klaim oleh mereka. Membayangkannya saja sudah membuatku merinding.
Terkait dengan konflik perbatasan di Kalbar kita tak boleh langsung meng-judge malaysia sebagai sumber permasalahan tanpa mencari tahu sumber-sumber lain. Sikap skeptis pun perlu. Bisa saja warga camar bulan dan tanjung datu sendiri yang sengaja menggeser patok perbatasan agar condong ke wilayah malaysia.
Bisa ditebak alasannya, karena ketidakpuasan warga di perbatasan yang merasa diabaikan oleh Pemerintah Indonesia. Bisa dibilang masalahnya ad di pemerintah kita sendiri.
Yang jelas saat ini bangsa kita membutuhkan pemimpin yang tegas dan berani mengambil sikap. Mendahulukan persoalan emergency yang menyangkut keutuhan bangsa. Bukannya malah sibuk menyeleksi calon-calon menteri untuk reshuflle kabinet.
Kenapa mesti di reshuflle, bukankah dulu mnteri juga melalui tahap seleksi sebelum dipilih? Sekarang bisa dilihat kan, mungkin awalnya sudah salah. Jika dulu dalam pemilihan menteri benar pasti endingnya tak akan ada reshuflle kabinet. Emang dulu kayak apa sie seleksi calon menteri? Kok sekarang banyak sekali skandal-skandal melibatkan para menteri. Perselingkuhan lah, korupsi lah, bahkan menteri kesehatan sendiri penyakitan. Tak habis pikir.
what must we do it??
Kita merasa terhina saat milik kita dkalim oleh bangsa lain. Ataupun terhina ketika diremehkan oleh bangsa lain. Tapi bagaimna sikap kita sebelum peristiwa ini ? Kita berharap saja masalah ini terselaikan tanpa merugikan kedua belah pihak negara. Terselesaikan secara damai tanpa konflik. Bukan begitu kawan? Milik kita sudah seharusnya kita pertahankan. Untuk kedepannya harus lebih waspada. Baik itu pulau, budaya atau apapun yang menjadi milik kita maka wajib di pertahankan, lindungi dan lestarikan.
Mulailah dari kita sendiri. Mungkin kita diremehkan karna bangsa kita dianggp bodoh tak berdaya. Maka sebagaii generasi muda penerus bangsa jangan hanya mau jadi tong kosong berbunyi nyaring. Bentuk dirimu jadi orang bermartabat dan berguna. Manfaatkan masa muda untuk memperkaya diri. Jika semua berfikir seperti ini aku yakin di masa depan kita akan kembali menjadi bangsa macan asia.
Belajar menulis :)< :)<