Penderitaan
itu akhirnya lenyap juga setelah tertidur pulas. Penderitaan? Hahaha, kalo
ingat malam itu aku jadi pengen ngakak sendiri. Semua ini gara-gara kopi hitam.
Cairan hitam yang syarat akan kafein yang konon katanya bisa tahan begadang.
Berawal
dari sabtu malam (15/3), klub geje yang dinamai “Coffe Saturday” nongki ceria
di “Kedai Kopi”. Aku pesen teh tarik karena malas mengulang kenangan satu
minggu lalu soal kopi. Kenangan insomnia sampe pagi. Hahahhahah dan itu
menyiksa.
![]() |
| we are coffe saturday |
Tapi
karena penasaran aku nyoba 3 sendok kopi yang dipesen temenku, Kopi Mandheling.
Jenis kopi arabika dari sumatera. Ealah cuma dikit kok ya efeknya dahsyat.
Malam
itu aku tidur di himmah. Pukul 03.00 dan semua udah pada tidur lelap. Karena
itu pikiran-pikiran negatif soal legenda himmah yang angker pun membabi buta di
pikiran. Sebentar-bentar aku liat ke arah galon minum yang konon katanya pernah
ada penampakan sugus putih disana. Sebentar-bentar pula aku liat jendela yang
jadi penyekat antara ruang sebelah. Yang konon katanya juga sering ada
penampakan si sugus putih. Dalam hati mengumpat sejadi-jadinya. Kampret nie
kopi. Apalalgi tadi baru aja ngobrolin cerita-cerita mistis disponsori oleh
seleb twitt “RagilSempronk”. Hahahhahahaha
Tapi
penderitaan berkurang setelah baca ayat kursi berulang-berulang yang akhirnya bisa
bikin tertidur lelap sampe jam 6 pagi. Kesimpulannya yang jadi sebab penderitaan
malam itu bukan karena insomnianya tapi karena dimana saat itu aku insomnia.
Udah ah, sekian!
