Rencana realisasi pembangunan gedung DPR sungguh menyayat hati rakyat kecil. Bagaimana tidak, ditengah keterpurukan dan ketertindasan seolah-olah mereka kehilangan hati nurani terhadap kami rakyat kecil. Masih saja mereka bersikeras melakukan pembangunan gedung dengan biaya Rp800juta per ruang dengan total anggaran Rp 1,16 Tyang mereka dapatkan dari hasil merampok uang rakyat kecil. Sungguh memalukan!!
Menurut para ahli economical anggaran tersebut untuk pembangunan gedung DPR setara dengan pembangunan 16 gedung (harga premium), pembangunan jalan tol jakarta-cirebon, pembangunan 38 ribu ruang kelas baru dengan asumsi 50 juta/ruang, dan anggaran jamkesmas untuk 22 juta warga miskin dalam satu tahun.
Itu uang kami,hak kami jadi sangatlah berhak dan berkuasa bagi kami untuk melakukan apapaun terhadap uang tersebut. Dan kami (rakyat terzalimi) secara tegas mengatakna TIDAK!! Arti kata “tidak” disini bukan berati kami menolak pembangunan gedung DPR demi kemajuan tapi makana “tidak” disini memiliki arti berhentilah menggunakan anggaran rakyat untuk hal yang tidak perlu.Dengan bangga dan lantang kalian mengatakan bahwa kami tak memiliki kuasa atau hak untuk berbicara.
"Ini cuma orang-orang yang elite yang paham yang bisa membahas ini, rakyat biasa nggak bisa dibawa. Kalau rakyat biasa dibawa memikirkan bagamana perbaikian sistem, bagaimana perbaikan organisasi, bagaimana perbaikan infrastruktur, rakyat biasa pusing pikirannya," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat M jafar Hamzah.
Marzuki selaku ketua umum DPR-RI mengatakan, bagi rakyat yang penting adalah kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi.
"Rakyat biasa dari hari ke hari yang penting perutnya berisi, udah jalan, makan, kerja, ada rumah, ada pendidikan, selesai rakyat. Jangan diajak ngurusin yang begini. Urusan begini orang-orang pinter-pinter ajak bicara, ajak kampus-kampus bicara, kita diskusikan. Saya siap, kok, untuk didiskusikan," kata Marzuki.
Heyy..saudara, siapa kalian?ingat kalian?siapa yang memilih kalian ?siapa yang menjadikan hidup kalian mewah seperti ini??ingat!! kami yang memilihmu,kami yang meninggikan derajatmu
nikmat mana yang engkau dustakan??
PENDAPATAN (haram jaddah) ANGGOTA DP9R RI
No.* JENIS PENGHASILAN * KETENTUAN TAHUN ANGGARAN 2009 * Rp.
1. * Gaji pokok * 83,3% dari gaji pokok Ketua DPR * 4,200,000
2. * Tunjangan suami/istri * 10% dari gaji pokok anggota * 420,000
3. * Tunjangan anak * 2% dari gaji pokok x 2 orang anak * 168,000
4. * Tunjangan struktural * 231% dari gaji pokok anggota * 9,700,000
5. * Tunjangan beras * 4 jiwa x 10 Kg x harga beras (Rp4,158) * 166,320
6. * Tunjangan PPh * 59,6% dari gaji pokok Ketua DPR * 3,005,583
7. * Uang kehormatan sebagai komisi/badan/panitia * 73,8% dari gaji pokok Ketua DPR * 3,720,000
8. * Uang penunjang kegiatan fungsi pengawasan dan anggaran sebagai komisi / badan / panitia * 49,6% dari gaji pokok Ketua DPR 2,500,000
9. * Uang dukungan anggota komisi yang merangkap sebagai anggota badan/panitia
anggaran * 19,8% dari gaji pokok Ketua DPR * 1,000,000
10. * Uang paket harian * 39,7% dari gaji pokok Ketua DPR * 2,000,000
11. * Tunjangan komunikasi intensif * 280,6% dari gaji pokok Ketua DPR * 14,140,000
12. * Asuransi kesehatan * 77,9% dari gaji pokok Ketua DPR * 3,927,621
13. * Uang langganan listrik * 49,6% dari gaji pokok Ketua DPR * 2,500,000
14. * Uang langganan telepon * 59,5% dari gaji pokok Ketua DPR * 3,000,000
15. * Uang kontrak rumah * 297,6% dari gaji * pokok Ketua DPR 15,000,000
PENERIMAAN BRUTO/BULAN = Rp 65.447.524,-
PENERIMAAN BERSIH (DIPOTONG TUNJANGAN) Rp 62.441.941
PENERIMAAN PER TAHUN = 749,303,292
PENERIMAAN SELAMA 5 TAHUN = Rp 3.746.516. 460
Sumber: Indonesia Budget Center.
Catatan: Belum termasuk gaji ke-13, uang legislasi, uang rapat, uang transpor, uang perjalanan dinas di dalam dan luar negeri, fasilitas kredit kendaraan, honor asisten dan tenaga ahli, serta fasilitas penunjang lainnya (laptop, internet, hotel bintang lima,kupon bensin, kupon bebas tol, dll.) yang SELURUHNYA DIBIAYAI NEGARA...!!!
NYAM..NYAM..NYAM....mantappp
Sekarang kita lihat,siapa yang lebih membutuhkan,kalian (kaum sok elit) atau kita (rakyat kecil berpikiran cerdas dan terzalimi)???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar