Pages

Sabtu, 12 Mei 2012

Semua Tergantung Kita


Seharusnya pagi itu aku kuliah pukul 07.00 pagi. Namun aku mantapkan pilihan untuk absen. Masalahnya jam kuliahku itu bebarangen dengan seminar yang entah kapan bisa aku dapatkan lagi. Mengorbankan “sesuatu besar untuk kesempatan lebih besar”,hehehhehe.
Seminar “Kepemimpinan Islam” dengan pembicara Anies Baswedan. Tentu nama itu tak asing lagi di telinga kita. Beliau salah satu putra terbaik yang dimiliki Indonesia. Bagaimana tidak? di usianya yang terbilang muda, dia sudah mampu memimpin sebuah universitas swasta benefit di jakarta, integritas tingggi, wawasan luas, gagasan dan pemikirinnya patut diacungi jempol. Salah satunya adalah gagasannya mengenai Indonesia Mengajar. Gagasan Indonesia mengajar benar-benar memberikan angin segar bagi dunia pendidikan kita. Dimana yang kita ketahui saat ini masih kurangnya pemerataan tenaga pengajar di seluruh pelosok nusantara. Bagaimana bangsa ini menjadi besar bila masih banyak putra putri bangsa kehilangan haknya untuk belajar dan memeproleh pendidikan layak. Padahal notabene merekalah yang nantinya akan menjadi penerus bangsa ini.
Seminar ini benar-benar mengubah cara pandang, dan pola pikir kita tentang dunia, jati diri dan bangsa ini. Jadi memang bolos kuliah ini tidak sia-sia aku pikir. Bahkan aku mendapatkan ilmu berlipat ganda daripada di kelas yang hanya duduk dan mendengar dosen mendongeng.
Bukan aku saja yang memiliki pemikiran seperti ini nampaknya. Teman-temanku yang lain juga memiliki pemikiran serupa. Mereka rela absen demi mengikuti seminnar ini. Terkadang kita tidak menyadari bahwa ilmu di luar lebih berharga dibanding ilmu ketika di kelas. Denga kata lain ilmu itu bisa di dapatkan dari dan dimana saja. Tergantung kita menyadarinya atau tidak.
Seminar dilaksanakan di Gedung Kahar Muzakir itu penuh sesak dengan mahasiswa yang haus akan pemimpin panutan. Mereka rela berdesakan mengantri untuk masuk meskipun seminar sudah jauh dimulai. Alhasil mereka tak mendapatkan tempat layak dan harus duduk di laintai. Tak apalah, pengorbanan kecil untuk hal besar. Penerus bangsa harus bisa beradaptasi di segala situasi bukan?hehe
Seminar dimulai pukul 08.30 WIB. Para audience yang sebagian besar adalah mahasiswa nampak antusias mendengarkan. Sesekali Anies memberikan humoran-humoran ringan di tengan seminarnya. So inspirated, Bagaimana kita memprsiapkan diri sebaik mungkin sebagai pemimpin bangsa dan mampu bersaing dalam dunia global?
“Ingin takhlukan dunia, kuasai bahasanya,” quote ini lah yang paling mengena di hati. Anies mengatakan bahwa mengusai bahasa asing mutlak penting untuk mampu bersaing di dunia global. Gak lucu kan kalo kita keluar negeri tapi pakai bahasa kebun binatang?hahahhaha, minimal kuasai bahasa inggris. (Tau aja pak kalo bahasa inggris saya masih nol besar,:D)
Anies juga menyinggung terkait pemikiran bangsa Indonesia yang telah melampaui pemikiran di jamannya.  Salah satunya adalah pemikiran Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang menggagas untuk memindahkan pergerakan ke Yogyakarta. “Pindahkan pergerakan, rekrut anak muda Yogyakarta,” ungkap sultan kala itu.
Hasilnya adalah Yogyakarta bertahan dengan keistimewaanya dan berdiri universitas-universitas besar di Yogyakarta. Yogyakarta menjadi kota pelajar yang kemudian lahir intelektual-intelektual muda bangsa. Sejak sebelum masehi pun kita telah jauh memiliki bahsa tunggal yaitu bahsa Indonesia. Ini jelas melampaui pemikirian bangsa di jamannya. Kala itu bangsa Eropa masih belum bisa menentukan bahasanya sendiri.

Lantas kenapa bangsa kita selalu tertinggal dan tertindas? Tak etis rasanya bila selalu menyalahkan dan melihat dari perspektif buruk. Kita punya Sumber daya manusia, sumber daya alam, hasil bumi melimpah. Giliran kita untuk mencari solusi bagaimana cara untuk mengeksplor potensi-potensi besar tersebut?
Kita selalu saja menyalahkan dan saling tuding tentang apa yang terjadi. Korupsi, Kapitalisme sumber daya alam asing, masalah HAM , terorisme merupakan pekerjaan rumah kita semua. Kita selalu mendengar tuntutan-tuntutan yang justru malah akan memperkeruh keadaan

“Turunkan Presiden, turunkan presiden?”

           Tapi apakah cara itu benar-benar efektif untuk menyelesaikan permsalahan bangsa ini?I dont think so. Meskipun pemimpin, presiden, menteri atau apapun diganti, namun jika generasi muda kita tetap bermental buruk maka hasilnya akan sama saja nol besar. Gimana mau jadi pemimpin bangsa yang besar jikalau menghadapi masalah kecil saja selalu mengeluh.

“Perbaiki generasi”, tegas Anies.

Generasi muda adalah penerus bangsa. Karena ditangan kita nadi indonesia berdenyut. Lalu apa jadinya jika generasi muda kita masih buruk dan terlena pola konsumtif? Bentuk generasi muda kita sejak dini. Tanamkan patriotisme bangsa, jiwa cinta tanah air dan tanamkan nilai agama dalam diri mereka. Niscaya kemuliaan bangsa akan terwujud.
          Sebagai mahasiswa yang selalu disebut sebgai agent of change. Tentunya kita malu apabila selalu berpangku tangan dan mengedaepankan ego. Mana sumbangsihmu untuk negeri ini? Setidaknya bentuklah dirimu menjadi seorang yang memiliki nilai lebih. Maksimalkanlah potensi dalam dirimu untuk membentuk kepribadian diri.

Menurut Anies ada 3 kriteria yang bisa kamu maksimalkan dlam kampus, yaitu:
-           Raih IPK maksimal, minimal untuk bisa mendaftar beasiswa s2. Pendidikan tinnggi sebgai langkah awal untuk membentuk diri sebelum memimpin bangsa.
-          Kuasi bahasa asing. Karena dengan bahsa kita dengan mudah dapat berkomunikasi dengan siapa saja dan dari mana saja. Komunikas bukan hanya sesa Indonesia. Diluar sana masih banya sekali hal-hal luar biasa yang menunggumu untuk kamu raih.
-          Ikuti organisasi-organisasi di kampusmu. Karena dengan oragnisasi kamu juga akan belajar bagaimana tentang karakter, kepribadian dan kepemimpinan. Hal ini sebgai langkah awalmu sebelum terjun ke dalam dunia yang sesungguhnya. Menambah teman, relasi dan jaringan juga sangat penting untukmu ketika berda di dunia yang sesungguhnya.  
-          Bukan hanya intelektual kita yang cerdas namun kecerdasan emosional juga sangat penting.

Jadi sudahkah kamu punya pandangan ke depan untuk dirimu sendiri atau bangsamu? J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar