Pages

Jumat, 22 Juni 2012

Kenapa kamu?

 

Aku sudah jenuh.  Aku masih ingin memprtanyakan lagi cintamu. Aku masih ingin mendengar jawabanmu. Aku masih ingin mempertanyakan mengapa hari itu ke hempaskan aku. Bukan dari mulut temanmu, ataupun DIA.


Terserah kau bilang aku menyedihkan atau apapun. Memang itu benar. Itu kenyataan. Aku tak akan mengelak. Kenapa kamu, kenapa?? Kenapa susah, susah sekali. Kenapa dulu kita pernah punya cerita.  Aku ingin lupa, ingin amnesia.


Aku ingin perrgi ketempat orang-orang yang tak pernah mengenalku. Biar aku bisa larut dalam duniaku sendiri. Sendiri.

Tak pernahkah sedikitpun kamu ingat aku? Aku disini, aku di Yogya. Yakin, kau pasti juga tak tau. Aku menanti keajaban jika tiba-tiba saja kau menghubungiku. Aku masih menunggu, entah sampai kapan itu.



Kamis, 21 Juni 2012

Workshop Prof. Mindy McAdam

Allah selalu memberiku kesempatan untuk mengembangkan potensiku. Iya aku merasakan itu. Selalu saja ada kegiatan yang memberiku banyak pengalaman dan pengetahuan baru. Terima kasih Ya Allah :)

 

Selasa lalu, aku baru saja mengikuti sebuah workshop jurnalistik online di Universitas Atmajaya. Rencana awal, aku berangkat dengan  temanku. Namun nampaknya Dewi Fortuna belum berpihak padanya. Quota peserta sudah penuh dan ‘tak bisa menampung peserta lagi. Hari itu untung saja  aku sudah mendaftar lebih awal. Yah, akhirnya datang sendiri deh.
Agak canggung memang jika kita membawa identitas agama di kampus yang berbeda dengan agama kita. Tapi kurasa itu bukan jadi masalah besar. Toh, aku yakin lingkungan ademik seperti ini tak akan memiliki pikiran sepicik itu, yang hanya membedakan seseorang dari agamanya saja.


***
Gak tanggung tanggung lho workshopnya. Pembicaranya seorang profesor dari universitas Florida. Proff Mindy McAdams namanya. Workshop yang berlangsung hampir 6 jam itu full pake english. Puyeng puyeng deh nie kepala. Haduh, makin merasa jadi orang bodoh. 


Meskipun begitu aku  berusaha ekstra keras buat paham apa yang disampaikan sang profesor. Kurang lebih yang disampaikan sang profesor adalah tentang bagaimana etika online jurnalisme. Beliau menyebutkan bahwa di era yang serba canggih ini, siapa saja bisa menyebarkan berita. Entah akurat atau tidak namun sebagai intelektual tentunya kita memiliki takaran tersendiri apa itu berita yang layak disebut berita. Terus prof. Mindy juga nyebutin jika ada wartawan aljazeera yang menggunakan akun pribadi  twiternya sebagai media penyampaian berita. Ternyata banyak kan sarana buat menyampaikan berita. Kita bisa berlagak bak wartawan sungguhan dari akun pribadi kita. Tapi tentunya ke akuratan berita yang disampaikan tetap nomor satu ya?
Pokonya banyak banget ilmu yang disampaikan. Aku juga sempat meminta soft copy materi dari profesor. Kalo teman-teman minat, jangan ragu buat hubungi aku.


***
Workshop ini eksklusif menurutku karena daalam workshop tersebut hanya untuk 25 peserta dan aku termasuk didalamnya. Beruntungnya aku.
Dari mahasiswa, wartawan sampai dosen juga ada. Kebanyakan memang dari lingkungan AtmaJaya sendiri. Tapi ada juga kok mahasiswa dari UGM dan UNY. Eh dapet temen baru deh, mbak nasti dari Harian Jogja dan juga mbak ela mahasiswa UNY. Ketemu juga temen sesama persma dari UGM, mas AP. Bukan cuma ilmu baru, tapi dapet temen baru juga.
Ketika sesi tanya jawab,jreng..jreng...jreng. Di otak udah muter-muter buat mikir mau nanya apa. 


”Jangan tunjuk saya prof, jangan tunjuk saya prof,” ungkapan dari  hati  yang  terdalam. Bisa dibilang pas sesi tanya jawab ini, tempat ajang kebolehan siapa yang jago englishnya. Semuanya jago-jago, pinter-pinter, sumpah salut bed. Dan aku cuma bisa jadi pendengar setia.


Hikmahnya ikut workshop ini adalah tekatku makin kuat buat menguasai bahasa inggris. Mudahkanlah jalanku Ya Allah. Amin

Minggu, 17 Juni 2012

Buku Baru :D

        Dalam semalam aku bisa menghabiskan buku ”Madre” sebuah kumpulan cerita Dee. Ini rekor membacaku yang tercepat. Puas rasanya. Begitu aku menikmati lembar perlembarnya. Bikin candu, lagi dan lagi.
        Kemarin sore aku kalap mata,selain “Madre”ada lima buku lagi yang kubeli. Entah kerasukan setan apa aku sore itu. Uang saku satu minggu seketika ludes. Jika tak ada uang untuk makan, terpaksa buku-buku ini aku makan saja mungkin. Hahahahahah..
        Tapi sungguh, satu minggu ini aku benar-benar krisis. Ada memang tabungan tapi aku sudah janji pada diriku sendiri tak akan menyodomi celengan kaleng angry bird- ku lagi.Entahlah,
Meskipun begitu tetap  aku tak menyesal. Justru aku senang rasanya membaca buku miliku sendiri. Bisa membaca sesukaku tanpa kawatir diburu atau kawatir kena marah jika buku itu lecek. Kebiasaan buruk tukang pinjem

Salah seorang temanku bertanya “Ngapain beli buku sebanyak itu?”
“Dibaca donk. Ini kan abadi. ‘Kan bisa diwarisin ke anaku atau adeku nantinya.” Jawaban sakti yang tiba-tiba muncul dari otak. Meringis

       



   Setelah katam membaca buku ini, aku jadi percaya bahwa tak ada yang kebetulan di dunia ini.










    Tanya kenapa? Karena aku ingin lebih mengenal bapak bangsaku sendiri.

       



        Tanya kenapa? Karena aku ingin lebih mengenal bapak bangsaku sendiri.
        Karya Dee juga. Tak perlu ragu lagi dengan karyanya. Ini seri pertama Supernova. Ada tiga seri lagi yang menunggu untuk aku beli.


       Saman. Tertarik. Sebelumnya aku tak pernah mendengar nama Ayu Utami. Hingga suatuhari aku melihat tayangan di metro tv yang meliput kediamannya. Tak habis piker bagaimana rumah orang bisa seperti itu. Jadi tertarik baca karyanya deh.




 

    

    Sepatu dahlan . Aku kagum akan sosoknya yang sederhana tapi memiliki pemikiran dan hati yang luar biasa