Dalam semalam aku bisa menghabiskan buku ”Madre” sebuah kumpulan cerita
Dee. Ini rekor membacaku yang tercepat. Puas rasanya. Begitu aku menikmati
lembar perlembarnya. Bikin candu, lagi dan lagi.
Kemarin sore aku kalap mata,selain “Madre”ada lima buku lagi
yang kubeli. Entah kerasukan setan apa aku sore itu. Uang saku satu minggu seketika
ludes. Jika tak ada uang untuk makan, terpaksa buku-buku ini aku makan saja
mungkin. Hahahahahah..
Tapi sungguh, satu minggu ini aku benar-benar krisis. Ada
memang tabungan tapi aku sudah janji pada diriku sendiri tak akan menyodomi
celengan kaleng angry bird- ku lagi.Entahlah,
Meskipun begitu tetap aku tak
menyesal. Justru aku senang rasanya membaca buku miliku sendiri. Bisa membaca
sesukaku tanpa kawatir diburu atau kawatir kena marah jika buku itu lecek. Kebiasaan buruk tukang pinjem
Salah seorang temanku bertanya “Ngapain beli buku sebanyak
itu?”
“Dibaca donk. Ini kan abadi. ‘Kan bisa diwarisin ke anaku
atau adeku nantinya.” Jawaban sakti yang tiba-tiba muncul dari otak. Meringis
Setelah katam membaca buku ini, aku jadi percaya
bahwa tak ada yang kebetulan di dunia ini.
Tanya kenapa? Karena aku ingin lebih mengenal
bapak bangsaku sendiri.
Tanya kenapa? Karena aku ingin lebih mengenal
bapak bangsaku sendiri.
Karya Dee juga. Tak perlu ragu lagi dengan
karyanya. Ini seri pertama Supernova. Ada tiga seri lagi yang menunggu untuk aku beli.
Saman. Tertarik. Sebelumnya aku tak pernah
mendengar nama Ayu Utami. Hingga suatuhari aku melihat tayangan di metro tv
yang meliput kediamannya. Tak habis piker bagaimana rumah orang bisa seperti itu.
Jadi tertarik baca karyanya deh.
Sepatu dahlan . Aku kagum akan sosoknya yang sederhana tapi memiliki pemikiran dan hati yang luar biasa






Tidak ada komentar:
Posting Komentar