“Ciri-ciri ideologi
komunis adalah tidak beragama”.
Kalimat sesat yang dijarkan guru SD-ku dulu
masih sangat jelas kuingat. Selama bertahun-bertahun pula meyakini kalimat yang
aku anggap prinsipil itu.
Dan sekarang baru sadar ideologi dari hasil pemikirian Karl Marx itu
bukanlah dasar sebenarnya. Buktinya dulu si Marx juga beragama yahudi meskipun
lalu berpindah ke agama resmi Prusia, protestan aliran lutheran yang relatif
riberal.
Pernah aku membaca artikel tentang Marx (lupa judulnya dan
dimana bacanya). Si Marx di buku Das Kapital-nya bilang bahwa “agama adalah
candu masyarakat”. Tapi hal itu pun menurutku sudah tidak koheren lagi di era
sekarang. Mungkin dulu iya, ketika era Marx para pemuka agama justru menjadi
aktor Kapital dan penguasa. Sedikit-sedikit agama dijadikan alasan agar bisa
memonopoli kaum miskin. Maka muncul sebait kalimat yang terkenal itu.
Tapi guru SD-ku kasian juga kalo dituding penyebar
kesesatan. Di tempatku, seorang guru dituntut menjadi guru yang multitalenta.
Seorang guru mengajar satu kelas dan itu-pun mengajar semua mata pelajaran.
Entah itu ilmu alam, ekonomi, matematika, agama bahkan kerajinan pun satu guru
yang mengajar. Salut deh buat orang yang memilih profesi jadi guru SD. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar