Pages

Minggu, 01 Juli 2012

Samurai si Mbah

Aku+mbah :D (jaman baheula)

      Sepi sendiri di Himmah. Aku nulis postingan ini pas sendiri di Himmah. Cuma duduk depan layar komputer diiringi music greenday. La…la…la…la...la... Pikiranku melayang-layang. Terutama pikiran horror,  soalnya Himmah ini dikenal angker juga. Gak lucu kan kalo tiba-tiba ada penampakan atau sekedar bayangan-bayangan putih yang menari indah di hadapanku. Brrrrrr….cara ampuh pura-pura mati pun gak bakal mempan. Aku putusin nge-blog aja deh.


Nulis apa ya? Yang ringan tapi bermutu. Ehm….apa ya (15menit kemudian). Gak nemu-nemu guys. Berpikir keras sampe otak ngebul. 


Yaudah aku cerita aja tentang mbahku ya. Iya mbahku di Pati. Aku keinget dia nie, pengen pulang kerumah. Kangen, soalnya dia tuh babe keduaku drumah. 

 

      Babeku kan jarang di rumah karena mesti tugas di luar kota. Pulang pun paling 3 bulan sekali.  Tapi aku tetap sayang kok ama beliau meskipun intensitas ketemu jarang. Beliau ngertiin aku banget, pas aku mohon-mohon minta bb(blackberry-red), beliau ngabulin permintaanku. Yah asal permintannya masih wajar dan mampu pasti dibeliin. Nah, misiku selanjutnya adalah kamera SLR. Semoga cepat terkabul. Aminn ya Allah,
 

Aku, sepupuku dan Omku plus motor trailnya :)

      Back to ke babe keduaku yaitu mbahku. Jangan dianggep mbahku ini mbah-mbah kuper ya. Jangan salah, dia itu gaul abis. Dulu hobinya main motor trail. Suka nonton balapan motor trail. Suka jalan-jalan gak penting. Pokonya kayak gitu-gitu. Makanya om-omku pada ngikut suka motor aneh itu juga. Pas aku kecil,  sering tuh aku diboncengin omku pake motor begituan. Malu, soalnya asepnya kemana-mana plus berisik abis. Tron..tron…..

     

     Mbahku juga yang ngajarin aku nyetir mobil. Tapi kalo diajarin ama dia mesti sabar. Pasti dibentak-bentak. Aku si karena gak ada pilihan lain aja makanya mau. Itupun kalo diajarin masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Sampe sekarang belom lancer, ilmunya gak nempel di otak. T_T
Kabar terbaru katanya mbahku mau jual samurai warisan dari buyutku. Hahahhaa….lucu kan. Aku diceritain ibuku aja ngakak. Darimana ya buyutku punya samurai. Kayaknya keluargaku gak ada bau-bau keturunan jepang deh.
 

Samurai alias celurit mbah kurang lebih kayak gini :D

Menurut referensi dari  internet, sebenarnya samurai itu nama seorang perwira atau pembagian kasta-kasta masyarakat Jepang. Salah kaprah dikeluargaku. Samurai dikira pedang panjang runcing yang persis mirip di film the last samurai itu. Hemm, males juga jelasinnya ke mbahku. Males diomelin ini itu. Mbahku kan cerewet.
 

Tapi buat ngobatin penasaranku, pas aku pulang aku tanyakan kabar ini ke mbah.
Dalam jawa:
“Kata ibu mau jual samurai mbah!”


“Kok tau, iya nok. Doakan laku.”


“Buyut darimana dapet samurai. Kita ada keturunan jepang apa mbah.”


“Mbah ya gak tahu. Buyut gak cerita.”


Dan pembcaran pun telah beralih, di dominasi angan-angan mbah bila samurai itu kejual. Mau beli inilah itulah -___-. Pendengar setia. Kayak anak kecil. Sumpah! Tapi emang itu si sifat mbahku yang kadang bikin kangen. :)

 

     Katanya si iya mau jual warisan pedang samurai. Mau dijual 1M katanya. Dalam hati si kalo bener seharga segitu aku ikut seneng. Alhamdulilah bed. Tapi apa iya ada orang yang mau beli pedang kayak celurit itu seharga 1M. Hedeh,,


Dan sampe sekarng aku masih gak tau darimana buyutku bisa dapet pedang samurai itu. Masih menjadi misteri dan biarlah menjadi misteri ilahi. Soalnya buyutku udah meninggal. Gak mungkin bangkit dari kubur cuma mau ngejelasin hal ini ke aku. hehhehehe

Jumat, 22 Juni 2012

Kenapa kamu?

 

Aku sudah jenuh.  Aku masih ingin memprtanyakan lagi cintamu. Aku masih ingin mendengar jawabanmu. Aku masih ingin mempertanyakan mengapa hari itu ke hempaskan aku. Bukan dari mulut temanmu, ataupun DIA.


Terserah kau bilang aku menyedihkan atau apapun. Memang itu benar. Itu kenyataan. Aku tak akan mengelak. Kenapa kamu, kenapa?? Kenapa susah, susah sekali. Kenapa dulu kita pernah punya cerita.  Aku ingin lupa, ingin amnesia.


Aku ingin perrgi ketempat orang-orang yang tak pernah mengenalku. Biar aku bisa larut dalam duniaku sendiri. Sendiri.

Tak pernahkah sedikitpun kamu ingat aku? Aku disini, aku di Yogya. Yakin, kau pasti juga tak tau. Aku menanti keajaban jika tiba-tiba saja kau menghubungiku. Aku masih menunggu, entah sampai kapan itu.



Kamis, 21 Juni 2012

Workshop Prof. Mindy McAdam

Allah selalu memberiku kesempatan untuk mengembangkan potensiku. Iya aku merasakan itu. Selalu saja ada kegiatan yang memberiku banyak pengalaman dan pengetahuan baru. Terima kasih Ya Allah :)

 

Selasa lalu, aku baru saja mengikuti sebuah workshop jurnalistik online di Universitas Atmajaya. Rencana awal, aku berangkat dengan  temanku. Namun nampaknya Dewi Fortuna belum berpihak padanya. Quota peserta sudah penuh dan ‘tak bisa menampung peserta lagi. Hari itu untung saja  aku sudah mendaftar lebih awal. Yah, akhirnya datang sendiri deh.
Agak canggung memang jika kita membawa identitas agama di kampus yang berbeda dengan agama kita. Tapi kurasa itu bukan jadi masalah besar. Toh, aku yakin lingkungan ademik seperti ini tak akan memiliki pikiran sepicik itu, yang hanya membedakan seseorang dari agamanya saja.


***
Gak tanggung tanggung lho workshopnya. Pembicaranya seorang profesor dari universitas Florida. Proff Mindy McAdams namanya. Workshop yang berlangsung hampir 6 jam itu full pake english. Puyeng puyeng deh nie kepala. Haduh, makin merasa jadi orang bodoh. 


Meskipun begitu aku  berusaha ekstra keras buat paham apa yang disampaikan sang profesor. Kurang lebih yang disampaikan sang profesor adalah tentang bagaimana etika online jurnalisme. Beliau menyebutkan bahwa di era yang serba canggih ini, siapa saja bisa menyebarkan berita. Entah akurat atau tidak namun sebagai intelektual tentunya kita memiliki takaran tersendiri apa itu berita yang layak disebut berita. Terus prof. Mindy juga nyebutin jika ada wartawan aljazeera yang menggunakan akun pribadi  twiternya sebagai media penyampaian berita. Ternyata banyak kan sarana buat menyampaikan berita. Kita bisa berlagak bak wartawan sungguhan dari akun pribadi kita. Tapi tentunya ke akuratan berita yang disampaikan tetap nomor satu ya?
Pokonya banyak banget ilmu yang disampaikan. Aku juga sempat meminta soft copy materi dari profesor. Kalo teman-teman minat, jangan ragu buat hubungi aku.


***
Workshop ini eksklusif menurutku karena daalam workshop tersebut hanya untuk 25 peserta dan aku termasuk didalamnya. Beruntungnya aku.
Dari mahasiswa, wartawan sampai dosen juga ada. Kebanyakan memang dari lingkungan AtmaJaya sendiri. Tapi ada juga kok mahasiswa dari UGM dan UNY. Eh dapet temen baru deh, mbak nasti dari Harian Jogja dan juga mbak ela mahasiswa UNY. Ketemu juga temen sesama persma dari UGM, mas AP. Bukan cuma ilmu baru, tapi dapet temen baru juga.
Ketika sesi tanya jawab,jreng..jreng...jreng. Di otak udah muter-muter buat mikir mau nanya apa. 


”Jangan tunjuk saya prof, jangan tunjuk saya prof,” ungkapan dari  hati  yang  terdalam. Bisa dibilang pas sesi tanya jawab ini, tempat ajang kebolehan siapa yang jago englishnya. Semuanya jago-jago, pinter-pinter, sumpah salut bed. Dan aku cuma bisa jadi pendengar setia.


Hikmahnya ikut workshop ini adalah tekatku makin kuat buat menguasai bahasa inggris. Mudahkanlah jalanku Ya Allah. Amin

Minggu, 17 Juni 2012

Buku Baru :D

        Dalam semalam aku bisa menghabiskan buku ”Madre” sebuah kumpulan cerita Dee. Ini rekor membacaku yang tercepat. Puas rasanya. Begitu aku menikmati lembar perlembarnya. Bikin candu, lagi dan lagi.
        Kemarin sore aku kalap mata,selain “Madre”ada lima buku lagi yang kubeli. Entah kerasukan setan apa aku sore itu. Uang saku satu minggu seketika ludes. Jika tak ada uang untuk makan, terpaksa buku-buku ini aku makan saja mungkin. Hahahahahah..
        Tapi sungguh, satu minggu ini aku benar-benar krisis. Ada memang tabungan tapi aku sudah janji pada diriku sendiri tak akan menyodomi celengan kaleng angry bird- ku lagi.Entahlah,
Meskipun begitu tetap  aku tak menyesal. Justru aku senang rasanya membaca buku miliku sendiri. Bisa membaca sesukaku tanpa kawatir diburu atau kawatir kena marah jika buku itu lecek. Kebiasaan buruk tukang pinjem

Salah seorang temanku bertanya “Ngapain beli buku sebanyak itu?”
“Dibaca donk. Ini kan abadi. ‘Kan bisa diwarisin ke anaku atau adeku nantinya.” Jawaban sakti yang tiba-tiba muncul dari otak. Meringis

       



   Setelah katam membaca buku ini, aku jadi percaya bahwa tak ada yang kebetulan di dunia ini.










    Tanya kenapa? Karena aku ingin lebih mengenal bapak bangsaku sendiri.

       



        Tanya kenapa? Karena aku ingin lebih mengenal bapak bangsaku sendiri.
        Karya Dee juga. Tak perlu ragu lagi dengan karyanya. Ini seri pertama Supernova. Ada tiga seri lagi yang menunggu untuk aku beli.


       Saman. Tertarik. Sebelumnya aku tak pernah mendengar nama Ayu Utami. Hingga suatuhari aku melihat tayangan di metro tv yang meliput kediamannya. Tak habis piker bagaimana rumah orang bisa seperti itu. Jadi tertarik baca karyanya deh.




 

    

    Sepatu dahlan . Aku kagum akan sosoknya yang sederhana tapi memiliki pemikiran dan hati yang luar biasa






Rabu, 30 Mei 2012

Semua gara-gara Agus (part 1)


Liburan yang memiliki sejuta cerita. Senang, sedih hingga menyebalkan. Bromo adalah wisata pilihanku beserta 10 kawanku. Bermodal uang pas-pasan, 17 mei lalu kita nekat bertandang ke Bromo. Salah satu keindahan alam yang dimiliki Indonesia.
Hal yang direncanakan terkadang memang tak sesuai. Kendala dan cobaan menghadang silih berganti. Rencana awal, mulanya aku berangkat dengan 10 kawanku, mbak tri, mbak mira, Ruli, Nur, sekar, yuli, via, said,putri dan uti. Namun satu persatu mereka gugur di luar perkiraan. Tiba-tiba dilarang orang tua lah padahal awalnya boleh, sodara sakit, lalu ada ujian mendadak. Ada-ada saja halangan. Alhasil yang tersisa cuma aku dan keenam temenku. Nah ini nie yang bikin nyali kita jadi ciut. Apakah ini pertanda supaya kita gak jadi ke bromo? Apa ini pertanda musibah akan datang? Pikiran kita jadi paranoid.

Dinginnya Bromo
Bromoooooooo yeeeee

1 2 3, jepret!!


padang sabana Bromo

Malam sebelum berangkat kita adakan rapat kusus untuk penentuan final. Temenku satu ini, si Ruli yang paling paranoid. Dia yang paling takut, di otaknya menjamur pikiran-pikiran buruk.  Pas rapat aja berjam-jam manggil mamanya”mama mama” sambil mewek.
“Kalo kita kecelakaan gimana,terus kalo ada apa-apa disana gimana,mama” tangis ruli.
Sebenernya aku juga takut, apalagi kita berangkat dengan kereta ekonomi. Pikiranku mengawang-awang akan kecelakaan yang sering dialami kereta ekonomi. Tidaaaak.
           Namun akhirnya kita sampai pada satu titik kesepakatan “ Hidup mati ada di tangan Tuhan” . BROMO i’m Coming :D . Tetap berangkat meskipun yang tersisa tinggal tujuh orang.
Di awal berangkat pun kita sudah merasa bad mood tuh. Pagi buta bangun, kereta berangkat pukul 7.30. Turun dari gunung kaliurang. Brrr...dingin mamen.
Butuh perjalanan 8 jam menuju purbolinggo sebagai tempat transit kita. Lalu setelah itu naek bus menuju Bromo.
Selama di kereta bisa dibayangkin gimana suasananya. Hemm...panas, sumpek, pokoknya serba ribet. Penjual asongan lalu lalang non stop.

“Nasi ramas nasi goreng,”

“Gethuk kediri gethuk keddiri”

“Bakpia bakpia”

“pecel mbak pecel”

Seru penjual-penjual itu menarik pelanggan. Serasa kereta ini berubah jadi pasar, semua barang ada. Tas, dompet, peci, mainan dll. Ada juga strategi lain, misalnya saja penjual tas. Sang bapak membagikan satu persatu tasnya kepada penumpang. Terus gak lama diambil lagi. Lhoh...cara ini juga diikuti mbak penjual dompet, mainan, kerupuk pokoknya hampir semua penjual. Apa si metode jualan kayak gini?lucu,heheh
            Mau istirahat sebentar saja pun gak bisa. Saking ramenya. Tapi gak masalah sie, ini menarik. Hal baru buatku. Aku jadi tau kalo ada gethuk khas kediri. Selain itu juga melatih kepekaan kita. hehehe
Kira-kira Pukul 5 sore kita sampe di purbolinggo. Untuk menuju bromo kita perlu perjalanan dua jam lagi. Sialnya bis menuju kesana sudah habis. Seorang bapak menghampiri kita dan menawari jasa angkut Rp 35.000/orang. Macam barang aja ye,
            Dengan nego yang cukup alot kita sepakat harga Rp.30rb per orang. Tak apalah, kita tak punya pilihan lain. Waktu udah sore, kita tak mau ambil resiko dan terlantar disini. Sambil menunggu jemputan, kita pun makan di depan stasiun. Sesuai tebakan, kalau ditempat seperti ini pasti yang didapat makanan mahal namun jauh dari kualitas.

*****
            Panggil saja bapak makelar jasa angkut tadi bunga. Pak bunga ini pintar juga membaca situasi. Memanfaatkan kesemptan dalam kesempitan. Tau aja kalo kami anak bawang yang gak tau sama sekali arah. Nampaknya bapak ini cocok kerja di air.
Pas kita makan, Pak Bunga datang dan tiba-tiba menaikan harga diluar kesepakatan. Tentu saja kami protes, orang tadi udah deal Rp30.000 kok jadi naik Rp35.000. Ini jelas namanya pemerasan.

“Lhoh pak, tadi kan Rp30.000. Kok naik!” protes kami

“Iya itu, masalahnya mobilnya taruna, kalo minibus ya tetap Rp.30.000.”

“Yaudah pak minibus aja. Gapapa,”selaku

“Tapi minibusnya jelek lho mbak?” tandas Pak Bunga

“Gak papa pak,” kita bersikeras

              Setelah mengalami debat panjang dapat diambil kesimpulan. Pak Bunga berusaha main akal-akalan tapi gak berhasil, wek. Pak Bunga memanfaatkan kepolosan dan tampang begok kita. Padahal meskipun mau naik taruna, minibus tetap aja gak pengaruh. Harga tetap sama. Tapi maap ya, kita gak bodoh. yeyeye
              Mobil datang, saat itulah perjumpaan pertama kita dengan Mas Agus. Tau kan porsi mobil taruna. Mobilnya kecil, untuk kapasitas normal hanya cukup untuk 5 orang. Lha ini diisi 8 orang dengan bawaan yang super-super gede. Posisi lelah, lemah letih lesu masih disuruh duduk sumpek-sumpekan selama 2 jam menuju bromo. Si Said satu-satunya cowok d rombongin ini mengalah duduk di bagian belakang barang. Sedangkan aku duduk berempat dengan temanku di tengah. Kedua temenku duduk di depan ama mas agus. Asal tau aja, yang namanya mas agus ini super duper cerewet. Nyerocos aja tanpa titik koma. Yang diomongin gak penting pula. Tolong Tuhan. 
               Pertama sie masih kita maklumin, tapi lama –lama jengkel juga dengerin nie orang. Pas kita bilang orang jogja dia juga ngaku pernah tinggal di jogja. Pas kita bilang bandung dia juga bilang asli bandung. Abis itu entah udah berapa ratus kali dia promosin travel agent dia. Ini lah, itu lah. Pusing bener-bener pusing dengerin ni orang.

“Ini mobil saya sendiri lho mbak,bla....blaaa.....”

“Mending mas itu liat depan. Konsen nyetir” sela kita spontan.

Cuma satu kata deh buat mas agus ini “HEDEH” . Mending kalo cerita beda-beda. Noh ini yang diceritain sama dari tadi.

“saya punya travel agent, bisa hubungi saya kalo butuh liburan”
“saya punya travel agent, bisa hubungi saya kalo butuh liburan”
“saya punya travel agent, bisa hubungi saya kalo butuh liburan”
“saya punya travel agent, bisa hubungi saya kalo butuh liburan”
“saya punya travel agent, bisa hubungi saya kalo butuh liburan”
“saya punya travel agent, bisa hubungi saya kalo butuh liburan”
“saya punya travel agent, bisa hubungi saya kalo butuh liburan”

Iya mas aku inget. Aku bukan penderita alzheimer. Ibaratnya suara mas agus ini kaset yang diulang ulang terus sampe ngelokorDia nawarin juga paket tourguide selama di bromo Rp 800rb. Busyet apaan tuh, mahal amat. Nyewa jip aja gak semahal itu, cuma Rp 400rb. Cuma satu keinginan kita, cepet nyampe dan terlepas dari makhluk ini.

*****
              Akhirnya nyampe juga di Bromo, Alhamdulilah. Bener-bener super duper dingin. Sebelumnya mas agus udah janji buat nyariin tempat penginapan. Sialnya lagi semua penginapan yang kita tuju penuh. Alamak, apa kita mesti kejebak dengan mas agus lagi? Memang ini musim liburan sie. Terang saja semua penginapan overload.
              Pukul 23.00. Fisik kita pun makin lelah. Entah kongkalikong entah enggak mas agus nego dengan dua orang warga, mungkin suku tengger. Lalu menawari kita menginap di rumah penduduk dengan tarif  Rp. 50rb permalam. Tak ada pilihan lain, kita terima saja. Bendera kekalahan telah berkibar.
              Kagetnya kita setelah sampai kamarnya super buruk seburuknya kamar. Huaaaa.......Ada empat kamar, satu kamar di tempati dua orang. Otomatis Rp.100rb/kamar. Harga yang sangat mahal untuk kelas kamar seperti ini. Ini bukan kamar, sumpah. Gak manusiawi mas agus ini. #jedotTembok

Kamu tau banker? Banker ruang kecil itu, ruang kecil dan sangat lembab. Satu ruang itu (tak layak disebut kamar) hanya berukuran 1mx0,5m. Kamu bisa bayangin? Kamar itu hanya cukup berisi satu kasur tempat tidur.
             Dongkol sedongkolnya, tapi mau gimana lagi. Kita tak punya pilihan lain. Lalu kita cari jip untuk melihat sunrise besok pagi. Dianter mas agus tentunya,hedeh. Setelah nyampe ke posko resmi jip ternyata jip sudah habis disewa. Penderitaan baru,

Seakan gak peka malah mas agus minta photo bareng,
"Nanti di sahre di FB saya ya, nanti saya kenalin teman-teman sedunia," rayu sambil senyum (muka keriputnya makin terlihat jelas)
Lagi lagi mas agus ini lho nyebelin!. Bak seorang malaikat penyabut nyawa, dia menawari kita untuk untuk jasa antar ke penanjakan satu. Bendera kekalahan telah berkibar kembali.
             Penanjakan satu adalah tempat paling strategis untuk melihat sunrise di bromo. Itu sebabnya, wisatawan rela pagi-pagi buta berangkat cuma untuk melihat indahnya sunrise Bromo. Konon katanya sunrise disini benar-bener indah. Sehingga membuat kita penasaran,
                Untuk menuju penanjakan satu bisa ditempuh lewat dua jalur. Jalur pertama menggunakan jip beserta paket antar ke gurun pasir bromo. Jalur kedua adalah jalur manual dengan cara mendaki gunung.
Makin sial, dia mengaku tak bisa mengantar kita ke penanjakan satu lewat jalur jip. Alasannya mobil umum dilarang lewat jalur ini. Lagi-lagi tak ada pilihan lain, dia hanya bisa mengantar kita di area pendakian manual. Yea, kita harus mendaki gunung kira-kira 2km untuk sampai penanjakan satu. Mau apa dikata. Kita sudah nyampai sini, sayang juga jika tak melihat sunrise yang konon inilah pemandangan terindah di bromo.

“Ini liburan pertama dan terakhirku d bromo,” ratapku dalam hati.

Butuh tenaga ekstra untuk mendaki. Bangun pukul 3 pagi karena butuh sekitar dua jam untuk mendaki. Pengorbanan lagi,
Merasa di bohongi, hiks. Kita udah bayar mahal 210rb untuk ke jalur pendakian ternyata jaraknya cuma seiprit. Hanya beberapa puluh meter dari tempat kami menginap. Ini mah jalan kaki juga bisa, cuma gelap and sepi aja jalannya. Kenapa si pake boong segala kalo tempatnya jauh. Makin dongkol aja ni ama agus.

Mendaki

              Tapi saat pendakian ini kita begitu menikmati. Mbah toyo yang jadi penunjuk arah kita mendaki. Umurnya tak muda lagi, rambut beruban, kulit keriput tapi tenaga masih ekstra kuat. Awal mendaki sudah dihadapi jalan-jalan terjal dengan kanan kiri jurang.

“Hati-hati” seru mbah toyo.

Mbah toyo ini orangnya kocak juga. Bisa diajak becanda. Saat kita mulai kelelahan, mbah toyo berseru “ yo ayoo”
Kita pun tersentak dan makin semangat jadinya. Haaha kocak betul kalo ingat.

“Masak kalah ama mbah” kata mbah toyo.

yaiyalah, si mbah pasti udah biasa naik turun kayak gini. Lha kita gerak aja hampir gak pernah. Kampus yang cuma beberapa meter dari kos aja naik motor. Olahraga? Boro-boro olahraga, sebulan sekali aja hampir gak pernah. Dimanjakan oleh fasilitas berimbas malas.
Jalan masih gelap, Kita hanya berbekal satu center. Itupun center mbah toyo. Mustahil untuk jalan terjal seperti ini hanya memnfaatkan satu center. Kita manfaatkan hp masing-masing. Tak ada rotan akarpun jadi. Hahahaah
           Hampir separo perjalanan, salah satu temanku sakit dibagian perutnya. Kita pun istirahat agak lama menunggu kondisinya pulih. Ya tuhan, saat ribet kayak gini waktu paling pas buat ngata-ngatain mas agus. Agus..agus..arggh
*****
          Alhamduliah kawanku kembali pulih. Alhamdulilah Wasukurilah.
Pukul 04.00, di bukit sebebelah kanan kami ada pemandangan extraordinary yang baru ku lihat seumur hidupku.  Cahaya bulan bersinar orange serasa menyatu dengan puncak bukit. Subhanalloh. Its amazing, suer. Serasa begitu dekat. Layaknya membentuk seperti karpet panjang menjuntai di puncak bukit.  Subhanallah.
         Melihat keagungan tuhan ini seakan mengobati rasa lelah kita. Lanjut perjalanan. Pagi mulai datang. Pemandangan sekitar mulai terlihat. Indah, aku bisa melihat pemukiman warga di kaki gunung bromo. Wauuww bunga-bunga edelwais juga tumbuh subur disini. Pantas saja harganya mahal. Mereka tumbuh di lereng-lereng gunung. Pasti sangat susah untuk memetiknya.
         Misi pertama done. Akhirnya kami bisa melihat indahnya sunrise di penanjakan satu. Meskipun sebenarnya tempat ini kurang nyaman karena sesaknya wisatawan. Dan menurutku sunrise nya biasa saja.hehehhe. Pemndangan seperti ini juga bisa aku lihat dari bukit-bukit di Pati. Mungkin suasananya saja yang berbeda. Di sini banyak turis, hawa super duper dingin dan kabut kabut kecil menari-mnari di awan. Tak apalah, makasih Bromo telah memberi pengalaman baru di hidupku. :)

Sabtu, 26 Mei 2012

Mengatasi Shorcut yang Rusak


            Kesabaranku selama tiga hari ini terbayar sudah. Si dayat lepi kesayanganku udah kembali normal seperti semula. Gimana enggak stress, semua tugas pekerjaan, hiburan pokoknya semua tetek mbengek tentang aku ada di dayat. Kalo tengah malam gak bisa tidur pasti aku cara dayat. Mau ke kampus pasti bawa dayat. Mau eksis online pake dayat. Mau nugas kampus juga perlu dayat. Pokonya dayat itu semua-muanya. Big hug buat dayat my beloved.
           Alhasil mau ngerjain apa-apa jadi gak mood karena masalah ini. Udah cari di mbah google buat ngatasin ni maslah juga gak nemuin cara yang pas and bener. Semuanya absurd. Udah nanya kesenior-senior kampus juga tapi malah diledekin. Huaaaaa...Kalopun mau instal ulang males juga, soalnya udah banyak program penting yang di instal. Masak mau ngulang dari awal lagi. 
          Gak tau mulanya gimana, semua shorcut di windows 7 ku tiba-tiba rusak. Entah salah pencet atau apa yang jelas aku gak tahu. Tiba- tiba semua shorcut di windows berubah jadi google chrome. Setelah tiga hari usaha akhirnya nemu juga website ini. Alhadulialh, yeyeyeyeye..:D, sujud syukur sumpah. hiks

Gini caranya:
11.      Masuk ke registrasy editor, caranya pencet windows+R, kemudian ketikan regedit.
22.     Tapi sebelumnya kamu mesti download link ini dulu. Pastiiin berkasnya kesimpen dengan nama ekstensi.reg
33.      Di registrasy editor klik file ->  import (cari berkas yang udah kamu download tadi).
Taraaa.... kelar deh, kemudian restart windows kamu. Semoga berhasil ya. Kalau di windowsku si berhasil. God luck :) 


udah kembali kek semula :D


Sabtu, 12 Mei 2012

Semua Tergantung Kita


Seharusnya pagi itu aku kuliah pukul 07.00 pagi. Namun aku mantapkan pilihan untuk absen. Masalahnya jam kuliahku itu bebarangen dengan seminar yang entah kapan bisa aku dapatkan lagi. Mengorbankan “sesuatu besar untuk kesempatan lebih besar”,hehehhehe.
Seminar “Kepemimpinan Islam” dengan pembicara Anies Baswedan. Tentu nama itu tak asing lagi di telinga kita. Beliau salah satu putra terbaik yang dimiliki Indonesia. Bagaimana tidak? di usianya yang terbilang muda, dia sudah mampu memimpin sebuah universitas swasta benefit di jakarta, integritas tingggi, wawasan luas, gagasan dan pemikirinnya patut diacungi jempol. Salah satunya adalah gagasannya mengenai Indonesia Mengajar. Gagasan Indonesia mengajar benar-benar memberikan angin segar bagi dunia pendidikan kita. Dimana yang kita ketahui saat ini masih kurangnya pemerataan tenaga pengajar di seluruh pelosok nusantara. Bagaimana bangsa ini menjadi besar bila masih banyak putra putri bangsa kehilangan haknya untuk belajar dan memeproleh pendidikan layak. Padahal notabene merekalah yang nantinya akan menjadi penerus bangsa ini.
Seminar ini benar-benar mengubah cara pandang, dan pola pikir kita tentang dunia, jati diri dan bangsa ini. Jadi memang bolos kuliah ini tidak sia-sia aku pikir. Bahkan aku mendapatkan ilmu berlipat ganda daripada di kelas yang hanya duduk dan mendengar dosen mendongeng.
Bukan aku saja yang memiliki pemikiran seperti ini nampaknya. Teman-temanku yang lain juga memiliki pemikiran serupa. Mereka rela absen demi mengikuti seminnar ini. Terkadang kita tidak menyadari bahwa ilmu di luar lebih berharga dibanding ilmu ketika di kelas. Denga kata lain ilmu itu bisa di dapatkan dari dan dimana saja. Tergantung kita menyadarinya atau tidak.
Seminar dilaksanakan di Gedung Kahar Muzakir itu penuh sesak dengan mahasiswa yang haus akan pemimpin panutan. Mereka rela berdesakan mengantri untuk masuk meskipun seminar sudah jauh dimulai. Alhasil mereka tak mendapatkan tempat layak dan harus duduk di laintai. Tak apalah, pengorbanan kecil untuk hal besar. Penerus bangsa harus bisa beradaptasi di segala situasi bukan?hehe
Seminar dimulai pukul 08.30 WIB. Para audience yang sebagian besar adalah mahasiswa nampak antusias mendengarkan. Sesekali Anies memberikan humoran-humoran ringan di tengan seminarnya. So inspirated, Bagaimana kita memprsiapkan diri sebaik mungkin sebagai pemimpin bangsa dan mampu bersaing dalam dunia global?
“Ingin takhlukan dunia, kuasai bahasanya,” quote ini lah yang paling mengena di hati. Anies mengatakan bahwa mengusai bahasa asing mutlak penting untuk mampu bersaing di dunia global. Gak lucu kan kalo kita keluar negeri tapi pakai bahasa kebun binatang?hahahhaha, minimal kuasai bahasa inggris. (Tau aja pak kalo bahasa inggris saya masih nol besar,:D)
Anies juga menyinggung terkait pemikiran bangsa Indonesia yang telah melampaui pemikiran di jamannya.  Salah satunya adalah pemikiran Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang menggagas untuk memindahkan pergerakan ke Yogyakarta. “Pindahkan pergerakan, rekrut anak muda Yogyakarta,” ungkap sultan kala itu.
Hasilnya adalah Yogyakarta bertahan dengan keistimewaanya dan berdiri universitas-universitas besar di Yogyakarta. Yogyakarta menjadi kota pelajar yang kemudian lahir intelektual-intelektual muda bangsa. Sejak sebelum masehi pun kita telah jauh memiliki bahsa tunggal yaitu bahsa Indonesia. Ini jelas melampaui pemikirian bangsa di jamannya. Kala itu bangsa Eropa masih belum bisa menentukan bahasanya sendiri.

Lantas kenapa bangsa kita selalu tertinggal dan tertindas? Tak etis rasanya bila selalu menyalahkan dan melihat dari perspektif buruk. Kita punya Sumber daya manusia, sumber daya alam, hasil bumi melimpah. Giliran kita untuk mencari solusi bagaimana cara untuk mengeksplor potensi-potensi besar tersebut?
Kita selalu saja menyalahkan dan saling tuding tentang apa yang terjadi. Korupsi, Kapitalisme sumber daya alam asing, masalah HAM , terorisme merupakan pekerjaan rumah kita semua. Kita selalu mendengar tuntutan-tuntutan yang justru malah akan memperkeruh keadaan

“Turunkan Presiden, turunkan presiden?”

           Tapi apakah cara itu benar-benar efektif untuk menyelesaikan permsalahan bangsa ini?I dont think so. Meskipun pemimpin, presiden, menteri atau apapun diganti, namun jika generasi muda kita tetap bermental buruk maka hasilnya akan sama saja nol besar. Gimana mau jadi pemimpin bangsa yang besar jikalau menghadapi masalah kecil saja selalu mengeluh.

“Perbaiki generasi”, tegas Anies.

Generasi muda adalah penerus bangsa. Karena ditangan kita nadi indonesia berdenyut. Lalu apa jadinya jika generasi muda kita masih buruk dan terlena pola konsumtif? Bentuk generasi muda kita sejak dini. Tanamkan patriotisme bangsa, jiwa cinta tanah air dan tanamkan nilai agama dalam diri mereka. Niscaya kemuliaan bangsa akan terwujud.
          Sebagai mahasiswa yang selalu disebut sebgai agent of change. Tentunya kita malu apabila selalu berpangku tangan dan mengedaepankan ego. Mana sumbangsihmu untuk negeri ini? Setidaknya bentuklah dirimu menjadi seorang yang memiliki nilai lebih. Maksimalkanlah potensi dalam dirimu untuk membentuk kepribadian diri.

Menurut Anies ada 3 kriteria yang bisa kamu maksimalkan dlam kampus, yaitu:
-           Raih IPK maksimal, minimal untuk bisa mendaftar beasiswa s2. Pendidikan tinnggi sebgai langkah awal untuk membentuk diri sebelum memimpin bangsa.
-          Kuasi bahasa asing. Karena dengan bahsa kita dengan mudah dapat berkomunikasi dengan siapa saja dan dari mana saja. Komunikas bukan hanya sesa Indonesia. Diluar sana masih banya sekali hal-hal luar biasa yang menunggumu untuk kamu raih.
-          Ikuti organisasi-organisasi di kampusmu. Karena dengan oragnisasi kamu juga akan belajar bagaimana tentang karakter, kepribadian dan kepemimpinan. Hal ini sebgai langkah awalmu sebelum terjun ke dalam dunia yang sesungguhnya. Menambah teman, relasi dan jaringan juga sangat penting untukmu ketika berda di dunia yang sesungguhnya.  
-          Bukan hanya intelektual kita yang cerdas namun kecerdasan emosional juga sangat penting.

Jadi sudahkah kamu punya pandangan ke depan untuk dirimu sendiri atau bangsamu? J