Pages

Senin, 10 Desember 2012

Provokasi untuk Menarik Simpati


Beberapa waktu lalu pemberitaan yang diangkat HIMMAH kembali menimbulkan kontroversi. Hal seperti ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya pun berita yang diangkat tentang “Baku Hantam Menimbulkan Luka” juga menimbulkan kontroversi. Akan tetapi pihak yang merasa keberataan dengan pemberitaan KobarKobari tersebut  enggan memanfaatkan hak jawab yang telah HIMMAH berikan.

Bebrapa waktu pula ada seorang yang mengaku mahasiswa Fakultas Hukum 2012 mengirim sms kepada saya.

Saya Rochmat mhs FH UII 2012 pengn komentar kpd kobarkobari, edisi pesta soal stan jual atribut knp Cuma fokus bahs harga pdhl da jg sampah kertas2 yang kuliat saat jalan kaki dorong spd mtr hri ptma pesta? Lalu edisi pekta, saya bngung dgn brita baku hntam krn kurang bsa ungkp fakta pdhl bnyk kutipan tp kyknya kurang di benturkan! Tmn kakak saya yg juga pers mhs sebut hal tu sbg muckrakcing joornalism hehe. Lalu soal spanduk organ ekstra yg Qrasa britanya tidak berimbang krn terlalu fokus nyerang HMI pdhl da PMII, KAMMI L Trz foto , etis kah liatin aurat (leher)ce pingsan? Edisi 159, g da lg tema slaen DPM vs LK?”

Dalam menggunakan hak jawab tentunya diperlukan identitas yang jelas. Karena ketidak jelasan identitas ini akhirnya kami memutuskan untuk membalasnya lewat sms saja.

“Terima kasih masukannya, kami akan mengevaluasi. Ada masukan lain? J
Terkait foto menurut etika jurnalisme yag kami anut, hal itu sah-sah sah saja . Soalnya foto  itu adalah fakta , bukti keteledoran panitia dalam menyikapi kesehatan peserta Pesta”

Dibalas kembali:
“Aku kira etika jurnalisme himmah adalah islami secara uii gtu loh buk hehe
Aih nyari berita kok yang salah2, lupa caption foto kemren apa haha
Aduh hak jawab gak dpake”

“Etika yg kami pke pada akurasi, selalu melihat fakta dans elalu menghamba pada kebenaran, jika agama dijadikan landasan itu akan membuat jurnalisme kami subjektif, kami lebih mengarah pada investigasi karena kami adalag media penyeimbang bg mahasiswa uii. Lah ini kan sudah hak jawab to mas, nuwun”

Kembali kami melakukan perdebatan lewat pesan singkat tentang organ ekstra alias HMI. Dan di smsnya yang terakhir dia menyebutkan

“Kebenaran adlh milik ALLAh swt? Menghamba pada kebenaran ya pake agama krna aturan ALLAH! Harusnya kalian tuh ya jurnalisme Islami jadi baca Republika selain komapas.”

****

Baru-baru ini pula Farmasi digemparkan dengan berita “Di balik Jadwal Kuliah Farmasi” berita lengakappnya bisa dilihat disini

Reaksi Anang Susilo Yudhoyono terkait berita tersebut




Jika kita cermati, tulisan yang dimuat KobarKobari pekan lalu tidak berfokus tentang pemberitahuan melalui facebook. Melainkan masalah dosen yang sering mangkir mengajar dan sering mengganti jadwal kuliah.

Kalimat yang menyangkut Facebook dalam berita:
 “Jadwal kuliah yang bertabrakan sering membuat mahasiswa bingung, belum lagi pemebritahuan terkait hal itu disampaikan melalui media facebook (FB) atau balacberry messnger (BBM)”

Apa mungkin hanya sekelumit kalimat inilah penyebab facebook Farmasi ditutup? Apa itu koheren dan beralasan?
Namun ironinya tanggapan Pak Nanang kemudian ditelan mentah-mentah pada pihak yang bersangkutan. Terutama Mahsiswa Farmasi itu sendiri. Mereka kemudian membuat pengadilan judge yang hanya ikut-ikutan tanpa melihat fakta dan melihat jauh melihat ke dalam.

Ingat kasus pembantain dukun di banyuwangi ? ingat kasus Sampang? pola yang mereka gunakan adalah provokasi. Tentunya provokasi dilakukan oleh mereka yang punya kekuatan untuk mempengaruhi. Provokasi ini ampuh sebagai senjata menjatuhkan lawan.

Lain pendapat yang diutarakan temenku, mbak Tika. Menurtnya pola yang Anang gunakan mirip dengan pola yang digunakan Susilo Bambang Yudhono (SBY). Di pemilu 2004 menempatkan dirinya sebagai korban Megawati. Megawati mengatakan bahwa SBY adalah seorang jendral namun memiliki kelakuan seperti anak kecil. Karena masyarakat Indonesia tipe “rakyat drama” lalu mereka kasihan dan simpati pada SBY. Dan itu salah satu penyebab kemenangan SBY di pemilu 2004 silam. Dan inilah hasilnya, kita memperoleh pemimpin yang tidak tegas. Bahkan berkali-kali dia mengeluhkan beratnya pekerjaan yang dia pikul. Ingat kan pidatonya tentang kecilnya gaji yang dia peroleh? Sebelas dua belas. Anang susilo mencoba memprovokasi dan mencari simpati.

Masih pendapat temenku, Soe Hok Gie pernah berkata “Pemimpin macam inilah yang pantas ditembak di lapangan banteng”.
Pramodya Ananta Tour “Jangan takut merasa benar, karena pkebenaran itu tidak jatuh dari langit tapi diperjuangkan”
Aung san suu kyi pula mengatakan “bukan kekuasan yang jahat, tapi rasa takut.”

Lain lagi untuk kasus  Rahmat si mahasiswa FH. Dia menggunakan dalil agama untuk membenarkan dirinya. Sesunggahnya agama adalah agama. Jika kita menyangkut pautkan agama untuk membenarkan pendapat kita, apa bedanya kita dengan dengan pendusta agama. Hehehe

Kamis, 29 November 2012

Ilmu Sesat "Marx"


“Ciri-ciri ideologi komunis adalah tidak beragama”

Kalimat sesat yang dijarkan guru SD-ku dulu masih sangat jelas kuingat. Selama bertahun-bertahun pula meyakini kalimat yang aku anggap prinsipil itu. 

Dan sekarang baru sadar  ideologi dari hasil pemikirian Karl Marx itu bukanlah dasar sebenarnya. Buktinya dulu si Marx juga beragama yahudi meskipun lalu berpindah ke agama resmi Prusia, protestan aliran lutheran yang relatif riberal.

Pernah aku membaca artikel tentang Marx (lupa judulnya dan dimana bacanya). Si Marx di buku Das Kapital-nya bilang bahwa “agama adalah candu masyarakat”. Tapi hal itu pun menurutku sudah tidak koheren lagi di era sekarang. Mungkin dulu iya, ketika era Marx para pemuka agama justru menjadi aktor Kapital dan penguasa. Sedikit-sedikit agama dijadikan alasan agar bisa memonopoli kaum miskin. Maka muncul sebait kalimat yang terkenal itu.  

Tapi guru SD-ku kasian juga kalo dituding penyebar kesesatan. Di tempatku, seorang guru dituntut menjadi guru yang multitalenta. Seorang guru mengajar satu kelas dan itu-pun mengajar semua mata pelajaran. Entah itu ilmu alam, ekonomi, matematika, agama bahkan kerajinan pun satu guru yang mengajar. Salut deh buat orang yang memilih profesi jadi guru SD. J

Kamis, 22 November 2012

Perang Tak Berujung “Palestina-Israel”


Eng ing eng... pengen share sepemahan aku tentang perang “Palestina-Israel”. Perang Kusut seperti benang kusut. Ribet seribet bikin coding program.  Menurutku perang yang awalnya dari perebutan wilayah sekarang menjalar jadi perang gengsi dan balas dendam dan tentunya kepentingan dari negara-negara yang punya kuasa. Istilahnya “ada udang dibalik batu”.

Perang yang tak berujung memakan ribuan jiwa orang sipil. Perang inipun seolah jadi ajang pamer senjata dan teknologi siapa yang paling mutakhir.

Perebutan wilayah? Kenapa? Gini? Dulu tahun 1897di basel, swiss, kongres kaum zionis berlangsung dan menajdi cikal bakal penandatanganan deklarasi balfour. Pada saat itu menteri luar negeri inggris bernama Arthur James Balfour menandatangani deklarasi  Balfour yang berisi pembentukan “tanah air yahudi”. Tujuannya saat itu untuk menjaga kepentingan negara-negara Eropa dikawasan strategis timur tengah. Palestina jadi pilihan karena terletak di pusat pemerintahan ottoman  turki dekat dengan mediterian dan terusan suez yang merupakan kawasan penting untuk Eropa.  

Seiring berjalannya waktu, kaum zionisme semakin eksis dengan ditandai runtuhnya pemerintahan ottoman di turki, pecahnya perang dunia pertama, serta pro kontra kepentingan eropa. Namun sejak pecah pecah perang dunia kedua, Inggris yang punya kuasa terhadap orang-orang zionis menyatakan mundur karena kondisi saat itu mereka lemah dan terdesak. Hal inilah yang dimanfaatkan Amerika Serikat. Hasilnya, tanggal 29 november 1947 wilayah palestina dibagi menjadi dua wilayah yaitu Palestina dan Israel. Puncaknya tanggal 14 mei 1948 zionis mengumumkan telah berganti nama menjadi bangsa israel. Sejak saat itu pula kaum zionis berkuasa di negara Palestina.

Tanah Palestina bagi yahudi, nasrani dan muslim merupakan tanah suci bagi agama mereka masing-masing. Bagi umat islam tanah itu adalah tempat  tinggal Nabi Ibrahim. Dahulu juga ketika masa Nabi Musa, orang-orang Bani Israel yang dibawah kekejaman Raja Firaun dibawa Nabi Musa ke tanah Palestina untuk menyelamatkan diri. Dan orang-orang Bani Israel inilah yang disebut-sebut sebagai bangsa Israel. Kemudian orang Bani Israel berkhianat dan mengingkari Al-quran. Sampai sekarang kaum zionis Israel berangggapan bahwa tanah Palestina adalah tanah suci yang dijanjikan tuhan.

Konflik semakin menjalar dan berakibat perang bangsa arab dengan israel. Perang yang terjadi diantaranya perang enam hari, perang yom kippur dan masih banyak lagi konflik dan perang lainnya.  Apalagi Israel diboncengi negara sekutu seperti Amerika. Tentunya Amerika pun memiliki kepentingan tersendiri melakukan itu. Inilah perang yang tidak berujung, perang yang terjadi secara turun temurun. 

Solusi? Solusi apa ya? Apa pemimpinnya perlu diganti semua? I do no, pengetahuanku soal ini masih cetek banget. So, perlu referensi dan diskusi-diskusi lagi pastinya. Saat ini kita masih bergantung dengan penyelesaian PBB dan Amerika. Semoga yang terbaik dan perang ini cepat berlalu.  J

Referensi-referensi lain bisa dilihat sendiri disini:

Jumat, 09 November 2012

Tentangnya

Lebih baik aku menghindar daripada dibuat duniaku jungkir balik.

Kompor Penyambung Kehidupan


Langit yang awalnya cerah perlahan meredup mendung. Tak berapa lama kemudian hujan turun dengan derasnya. Nampak kesibukan di seberang jalan sana, seorang lelaki tua tengah sibuk mengangkat barang dagangannya ke dalam rumah.

Namanya Sugiharyono atau  akrab di panggil Mbah Sugi. Dia adalah seorang penjual kompor sekaligus pengrajin kompor yang ada di desa Sekar Suli, Kecamatan Berbah, Sleman. Sejak 44 tahun lalu, Mbah Sugi mulai merintis usahanya bersama sang istri. Tak ada brand khusus apalagi label khusus. Sebutannya hanya “Kompor Mbah Sugi” saja.

Mbah Sugi duduk santai di kursi kayu panjang depan rumah menikmati hujannya sore. Rumahnya sangat sederhana , dindingnya dari bilik kayu dengan dua jendela di depannya. Tidak ada aksesoris lain yang menghiasi. Lantainya-pun masih beralas tanah. Ruang tamunya hanya ada sepasang kursi tamu merah dengan lemari tua dan sebuah jam dinding besar.  Rumah itu seakan menjadi saksi bisu kerja kerasnya. Bentuk rumahnya memanjang. Di sepanjang teras terletak banyak perkakas-perkakas bekas kerjanya. Potongan seng, kawat gunting dan drum-drum yang menjadi bahan dasar kompornya.
            
         Berkali-kali usaha yang dia rintis mengalami jatuh bangun. Namun itu semua mereka lewati bersama. Pernah Mbah Sugi mencoba peruntungan lain menjadi pengrajin ember drum. Usahanya akhirnya kalah saing dengan produk ember plastik. Akhirnya pillihan hatinya mantap menjadi pengrajin kompor tradisional. Baginya, tidak ada pilihan lain untuk terus menyambung hidup. Sawah dia tak punya, hanya keahlian ini yang bisa dia andalkan untuk menghidupi istri dan keenam anaknya.

“Anak saya udah menikah semua dek alhamdulialh, Yang satu ama kedua sarjana. “

Di seberang jalan rumah Mbah Sugi berdiri kokoh sebuah rumah besar berlantai dua. Rumahnya bercat kuning dan berpagar tinggi besar.

“Itu rumah anak saya yang pertama,” ungkapnya bangga.

****
          Di rumah sederhana ini  Mbah Sugi hanya tinggal berdua bersama istrinya. Ketika saya tanya mengapa tidak tingal dengan anaknya, dia menjawab sembari tertawa. “hahaha, nanti repot, enakan disini,”
Meskipun umurnya sudah mencapai 70 tahun, tidak nampak fisik  lemah dari Mbah Sugi.  Senyumnya  tetap sumringah, badannya masih tegap dan mampu menjawab pertanyaan-npertanyaanku dengan jelas.

“Anak saya larang kerja begini (pengrajin kompor). Nanti malah kayak mbah,”

Putra pertama dan kedua Mbah Subi berhasil mendapat gelar sarjana.  Meskipun keempat putra lainnya tak mengenyam pendidikan yang sama Mbah Sugi tetap mengucap syukur. Baginya dengan anak-anaknya tidak berprofesi sebagai dirinya saja, alhamdulilah.

“Anak saya yang pertama jualan aspal, satu drum bisa laku satu juta lebih,”

Mbah sugi tetap mempertahankan usaha kompornya ini. Dengan duduk bersila diatas lantai tanahnya, dengan cekatan dia mencoba memperlihatkan kepada  saya bagaimana membuat kompor-kompor kokoh trsebut. Bahaan dasarnya adalah drum-drum bekas yang dia beli seharaga Rp 30.000 hingga Rp40.000. Awalnya drum-drum itu dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran yang menempel. Maka dari itu, drum bekas memerlukan proses pembakaran untuk merontokan kotoran-kotoran yeng menempel. Setelah bersih, mulailah ke tahap pemotongan. Gunting yang digunakan adalah gunting kusus besi. Drum-drum itu dipotong sesuai pola yang sudah dibuat Mbah Sugi sebelumnya. Lalu masuk ke dalam tahap uji coba. Setelah lolos, masuk ke tahap terakhir yaitu tahap pengecatan. Dibutuhan waktu dua hari untuk membuat satu kompor.

Mbah Sugi tetap mempertahankan usaha kompor-kompornya di tengah era modernitas ini .  Januari 2010 lalu, pemerintah membuat kebijakan untuk melakukan konversi  minyak tanah dengan gas. Proyek yang menelan anggaran Rp 15,5 triliunan dari Anggran Pengeluaran Belanja Negara (APBN) menimbulkan banyak polemik. Ironisnya, banyak sekali kompor gas cacat sehingga menyebabkan kompor gas meledak. Hingga saat ini,tercatat ada 87 kasus ledakan.  Hal ini tentunya menimbulkan ketakutan tersendiri  bagi mereka , terutama untuk kalangan menengah dan ke bawah. Penyebabnya pun macam-macam. Dari tabung gas yang bocor. Atau selang tabung yang bocor. Hal inilah yang menyebabkan mereka enggan beralih dari minyak tanah ke gas.

Pelanggan kompor Mbah Sugi kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah. Mbah Sugi adalah satu-satunya pengrajin kompor yang masih bertahan di desanya. Kebanyakan pengrajin lain mengalami gulung tikar karena tidak mampu mempertahankan eksistensi produknya. Pernah Mbah Sugi mendapat orderan dari negara luar. Misalnya saja pesanan dari jerman untuk membuat tabung kecil dari drum. Pernah ada juga warga Australia memesan sorokan dari drum. Pendapat pelanggannya, barang dari Mbah Sugi lebih terjangkau harganya.
Itu adalah masa kejayaannya silam. Semenjak tragedi bom bali 1 pesanan dari luar perlahan menurun hingga tidak ada pesanan sama sekali. Bom Bali 1 adalah tragedi besar bagi bangsa Indonesia.Terjadi tahun 2002 silam dan menelan 200 korban jiwa. Hal ini berdampak sangat buruk terhadap perekonomian Indonesia. Kedatangan turis menurun, kepercyaan terhadap keamanan Indonesia menurun drastis. Mereka menganggap Indonesia tidak aman lagi.

Obrolan kami tiba tiba terhenti ketika Mbah Putri, istri Mbah Sugi tiba-tiba muncul. Dia tersenyum kepadaku. Rambutnya yang putih di gelung ke belakang. Berpakaian rapi memakai baju kebaya. Lipstik merahnya nampak mencolok.

“Mau kondangan dek,” katanya kepadaku.

Bolak-bolak balik keluar ruangan mencari payung katanya. Tapi tidak segera ketemu. Sama seperti mbah sugi, mbah putri juga nampak masih sangat sehat. Badannya masih segar dan tubuhnya gemuk berisi.

“Ayoo selak bar mengko,” kata salah satu gerombolan ibu-ibu yang sudah menunggu di luar rumah.
“Iyo sek, goleki kudung karo payung,”jawab mbah putri. Setelah itu mbah putri siap berangkat dengan memakai setelan dan kerudung serba abu-abu.

Dalam semninggu Mbah Sugi mampu menghasilkan empat buah kompor. Baginya itu sudah cukup. Dengan penjualan Rp 60.00 itu dia bisa mendapat kan untung Rp 45000 di setiap kompornya.
“sitek-siteklah, penting halal dik.”

****

Hujan belum juga mereda. Rutinitas jalan raya masih saja padat. Begitu kontras dengan jalan hidup yang mbah sugi jalani “alon asal kelakon”.

Senin, 15 Oktober 2012

mimpi

"Jangan takut untuk bermimpi, karena ALLAH lah yang akan memeluk mimpi-mimpimu" :)

Rabu, 10 Oktober 2012

Bismillah


Nanti aku akan mengajar lagi. Semacam ada semangat baru. Merasa lebih punya arti. Memang sempat beberapa waktu itu aku berada di titik kejenuhan. Malas, malas semunya. Malas ini itu. Tak ada semangat. Atau bisa dibilang tak ada penyemangat.

Sekarang merasa ber-energi lagi. Aku punya kegiatan baru. Mengajar TPA di sebuah desa. Awalnya memang tak yakin. Agamaku pas-pasan. Takutnya malah mengajar ilmu sesat.
Selasa lalu hari pertama, aku bisa. Senangnya bisa bermanfaat untuk sesamaku J

Senin, 27 Agustus 2012

My Dream, USA 2013

Galau masa depan lagi dan lagi. Apa yang sudah pernah aku capai sampai hari ini? Nothing.
Apa yang pernah aku lakukan dan buat ibuku bangga? Nothing
Kegalauan masa depan ini muncul kembali, detik ini.

Aku kembali ke angan-anganku masa lalu. Harapan yang sudah terkubur jauh. Hubungan Internasional UGM. Dulu itu impianku. Dan keinginan itu muncul lagi jika aku melihat teman-teman yang sudah berhasil mencapai tujuannya. Aku bukan iri. Aku hanya menyesali kenapa aku tak mampu mewujudkan mimpiku sendiri. Aku sudah gagal di awal.

Melakukan perjalanan ke luar negeri. Atau sekedar berteman dengan orang asing. Melanglang buana kesana, ke negeri negeri seberang. Yah, itu impianku 2 tahun silam. Saat aku kelas 3 SMA.  Dan aku akan terus berusaha untuk itu. Apa aku mampu, Tuhan?

Aku kembali bertanya pada diriku hari ini? Apa yang sudah aku lakukan sampai hari ini? Apa yang sudah bikin ibuku bapaku bangga. Aku hanya menghabiskan banyak uang di universitas mahal. Hanya terus meminta tanpa mereka mendapat imbalan. Aku lebih banyak membuat mereka kecewa ketimbang bangga.
Allah, semoga kau mengabulkan keinginanku  2013 ini. Aku benar-benar akan berusaha mewujudkannya. Allah, aku tahu ini hal yang sangat mudah untuk-Mu. Tapi untuku ini hal yang sangat luar biasa sulit. Semoga Engakau mengabulkannya. Aminn. Man jadda wajada.

Tulis apa yang kamu pikirkan, jangan pikirkan apa yang kamu tulis.

Minggu, 26 Agustus 2012

Resiko Hidup

Besok pagi aku balik jogya, come back to jogja. Tapi gak euforia kayak biasanya. Mungkin karena udah ngerasa nyaman banget dirumah. Kumpul bareng temen-temen rumah dan SMA. Males kembali ke rutinitas yang sibuk dan menuntut aku selalu gerak cepat.

Oke tapi untuk masa depan lebih baik “I must do it”. Males? Kenapa ? aku ngerasa ada yang hilang. Ngerasa sendiri. Satu persatu temenku pergi. Temen-temen yang aku bener-bener klop dan cocok satu persatu pergi. Kebanyakan si karena udah lulus. Ada juga yang gara-gara punya pacar. Jadi mereka lebih intens jalan bareng pacar ketimbang jalan sama aku. Resiko hidup.

Hati yang Mulia

Pagi itu kedua kalinya aku bertemu sang ibu. Masih tetap sama saat pertama kali kulihat. Masih memakai kaos kerah panjang berwarna biru tua, bergambar salah satu partai politik.

“Bu, tumbas ?” panggilku setengah berteriak.

Dia berjalan ke arahku dan tersenyum sembari menurunkan bakul yang digendongnya.

“Alhamdulilah”, desahnya.

Masih sama saat pertama kali kulihat, sandal jepit hijau dan celana putih lusuh masih melengkapi penampilannya. Cuaca pagi menjelang siang itu nampak begitu tak bersahabat. Panasnya sangat terik serasa tepat diatas ubun-ubun. Sebentar saja bisa membakar kulitmu yang manja.

Aku longok keranjang besar dagangan sang ibu. Masih berisi penuh nasi jagung atau lebih dikenal dengan nama berabuk itu. Belum laku kah? Tanyaku dalam hati. Satu baskom penuh makanan kulub (aneka sayuran yang dicampur bumbu kelapa) juga masih nampak utuh.

Sebenarnya aku tak begitu suka dengan makanan yang berasa hambar itu. Awal aku membelinya karena bapaku yang meminta. Itupun kemarin ‘tak habis dan terpaksa untuk pakan ayam di belakang rumah. Ada hal lain yang membuatku ingin memebelinya lagi. Dan pagi ini, aku sengaja menunggunya.

Sesenek berabuk besar bisa ku dapatkan hanya dengan 5rb rupiah. Uang 5rbu bagiku tak seberapa, uang kecil. Paling nanti akan berakhir di warung sebelah rumah.Pikirku akan jauh berguna jika uang itu untuk sang ibu. Tentunya akan lebih bermanfaat.

Dia mulai melayani pesananku. Aku perhatikan gerak lakunya lekat-lekat. Sekilas tak ada yang istimewa dari ibu ini. Tak lebih hanya seorang wanita yang mencari nafkah untuk keluarga atau mungkin untuk dirinya sendiri. Tetapi kerudung hitam yang ia kenakan mampu bercerita. Kerudung yang penuh peluh putih itu menjadi penyerap keringat yang keluar dari langkahnya. Dia pasti sangat bekerja keras selama ini.

“Kesini naik bus bu?” aku memulai pembicaraan.
“Enggak mbak, jalan kaki.”

Kekagumanku bertambah 100 kali lipat! Desa Kincir, itu namanya. Memang tak terlalu jauh dari tempat tinggalku. Hanya 10 km,lima belas menit saja berkendara pasti sudah tiba di tempat tujuan. Namun  jika ditempuh dengan jalan kaki tentu akan lain cerita. Waktu yang dibutuhkan bukan dalam menit lagi melainkan butuh waktu berjam-jam.

Desa kincir termasuk desa dengan ekonomi  terbelakang di wilayah Kabupatenku. Desa ini jauh dari modernitas.  Aku pernah sekali kesana. Sebagian besar rumah warganya masih berdinding bambu. Tanahnya lebih banyak bebatuan ketimbang tanah untuk bercocok tanam. Maka mata pencaharian utama para warga pun mengambil bebatuan kapur di gunung untuk dijual. Entah, mata pencaharian itu mampu menafkahi seluruh warganya atau tidak. Pikirku tidak. Daya jual batu kapur disini masih sangat rendah. Aku ‘tak tahu hitungannya secara pasti. Namun kabar yang aku dengar begitu.
Tiba-tiba rasa bersalah muncul, semoga pertanyaanku tadi tidak menyinggung haga diri sang ibu.

Aku terdiam. Nampaknya kesehatan mata sang ibu terganggu. Ada gumpalan putih besar di mata kirinya. Kenapa ya? Aku ‘tak berani bertanya. Kerutan-kerutan di wajahnya juga begitu ketara. Bukan kerutan karena telah berumur. Namun kerutan yang disebabkan karena sengatan matahari. Lekang coklat hitam.

“Mbak boleh minta air putih?”

Aku ambilkan sang ibu segelas air putih dan segelas es sirup segar. Dia menolak dan lebih memilih segelas air putih. Apa boleh buat, es sirup itu akhirnya kuminum sendiri.

“Bu tambah kulubnya 2rb ya?”

Tak berapa lama disodorkannya kulub yang terbungkus daun jati itu. Dia menolak uang 2rb yang sebenarnya adalah haknya.

“Gpa2 mbk, ambil aja. Wong cuma dikit kok”.

Aku bersikeras menolak. Aku yakin untung hasil penjualannya tak seberapa. Pasti uang ini pun sangat bernilai. Namun dia tetap bersikeras kemudian menatapku dalam “Gak usah mbak”.
Aku terenyuh. Begitu dermawan, tulus dan mulia hatinya. Dibalik kesusahannya sendiri dia masih mau berbagi. Semoga Ibu selalu dalam lindungan-Nya dan dimudahkan rejeki,amin :)

Masih bingung gimana bikin tulisan yang bagus? Masih butuh banyak belajar? Keinginan dan kemauan unuk menulis selalu ada. Tapi menciptakan tulisan yang hidup yang mengalir dan mampu bercerita itu susahnya Tuhannnnn.

Nb: buat kata yang dicetak miring “sesenek” aku bingung buat nerjemahinnya ke bahasa yang formal. 

Jumat, 24 Agustus 2012

Di balik Lelaki Hebat




Aku suka nonton film, terutama film-film yang memacu adrenalin. Kayak film-film action atau film-film detektiv. Suka-suka banget.
Takaran film bagus atau enggak menurtku bisa dinilai berkesan atau tidaknya dihati. Salah satu film yang berkesan “Public Enemies”. Genre film action namun diselingi romance juga. Cara si pria mencintai si wanita begitu sederhana. Meskipun si pria seorang mafia kelas kakap dia dengan setulus hati mencintai si wanita. Sangat menyentuh. Acting johnny depp di film itu benar-benar dalem.  Sampai beberapa hari aku tonton masih aja terngiang. Sebenernya film ini tergolong fim lama tahun 2009, tapi aku baru nonton. hehe
Kenapa ya? Selalu saja, film apapun yang bercerita tentang pria super pasti ada peran wanita hebat dibelakangnya. Entah itu film action, superhero, atau gangster-gangster keren. Nampaknya itu sesuai ungkapan “di balik lelaki hebat pasti ada wanita hebat dibelakangnya”.
bapak negara dan ibu negara :)

  
mekso photone :D :D
Lalu, gimana caranya biar aku masuk kategori wanita seperti itu ya?

Sabtu, 21 Juli 2012

Calm and Independent,Yea..it's me

Wah ada kontes menarik hadiahnya Notebook seri terbaru Sony VAIO E14P. Buat ngedapatein barang impian itu, kita dituntut PEDE mengekspresikan kepribadian kita sesuai salah satu warna Sony VAIO E14P itu. Oke, gua terima tantangan loe sob. I wanna try, Yeaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah....hap hap hap hap hap (inpired by AXIS). Apa sie? Masih bingung..bingung, jelasnya monggo dilihat disini

Aku langsung jatuh cinta ama VAIO warna putih itu. Akhirnya aku nemuin notebook yang aku banget banget. Notebook yang melambangkan Calm and Independent. Stylish, performa terkini lagi. Makin keren deh aku pasti. Yeaa, Because it’s Me.....:))

Notebook Impian "Calm and Independent" hap hap
Kebebasan. Aku banget. Aku orangnya gak suka diatur. Gak suka dikekang dan terikat. Mungkin karena itu aku suka wisata-wisata berbau alam. Kayak gunung ataupun pantai. Karena di tempat itu lapang. Aku bisa bebas berekspresi dan teriak-teriak semauku. Bisa ngerasain angin sepoi-sepoi yang adem semilir. Juga bisa ngerasain kebebasan tanpa ada tembok-tembok penghalang sejauh mata memandang. Hemm..bener-bener surga dunia.
Hap hap, ada satu lagi deng wisata yang aku suka yaitu wisata belanja,Heheehe. Kalo wisata satu ini mah obat paling mujarab penghilang stress. 

Pantai dan gunung selalu bisa buatku tersenyum :))
Makanya itu cita-citaku pengen jadi atasan aja biar gak ribet disuruh ini itu. Jadi entrepreneur sejati atau jadi menteri telekomunikasi (it's my dream :))).
Saat ini aku masih kuliah di sebuah universitas swasta di Yogya. Nah buat wujudin cita-citaku itu aku udah mulai berbenah dari sekarang. Mulai dari usaha kecil-kecilan, kayak jualan pulsa dan jadi agen pemasaran usaha temanku @CahKeripik terus rajin kuliah dan ikut organisasi kampus :)).

Aku dan @CahKeripik
Yeyeye bebas, aku suka kebebasan. I’m free, i’m free...
Kata bebas bukan berarti harus lepas dari tanggung jawab dan kewajiban kita ya. Tanggung jawab dan kewaajiban truly number one. Gak bisa diganggu gugat!!Sebagai generasi muda kita kudu cerdas mengambil sikap. :))

Calm? What? tenang?
Yah kalo sifat ini kayaknya bukan aku banget. Aku orangnya ceroboh abis. Pernah suatu ketika aku hampir ngancurin lapak angkringan Mas Tri (mas angkringan dekat kampus).  Gak sengaja kepala aku nyundul  tiang bambu lapaknya.
Eh..eh...eh..spontan situasi mendadak heboh. Disitu cowok semua lagi.  PISAU MANA PISAU #puraPuraMati

Mungkin kalo tenang dalam ngadepin masalah iya. Hehhehee...aku termasuk orang yang gak cepet marah. Sebisa mungkin jaga emosi orang disekitarku. Terkadang aku lebih memilih mengalah untuk meminimalisir pertengkaran. Meskipun kadang sikap ini jadi senjata makan tuan untuku. Intinya pintar-pintarlah kita membaca situasi dan mengambil sikap :))

Oke, cukup ya. Cuma ini yang bisa aku ceritain. Mungkin agak gak fair soalnya penilaian dari aku sendiri. Wkwkkwkwkwkw
Semoga kamu jadi miliku Sony VAIO E14P personality white “Calm and independent”. Bakalan aku sayang setengah mampus kayak notebookku si Dayat. #pukpuk

Because it’s Me  #salamWanitaCantik

Selasa, 10 Juli 2012

Pelantikan Magang Himmah 2012-2013

Memang ini yang agak rancu menurutku. Ketika perjalanan menuju Kuwaru Beach (lokasi pelantikan) kami dikejutkan rame-rame orang dijalanan.


“Apa ya?” pikirku.


Aku ikut kloter kedua sekitar 14 orang. Anak-anak lain sudah berangkat sejak pukul  5 sore. Dan kami baru berangkat pukul  9 malam. Yah soalnya mash banyak kendala.
Ternyata rame-rame tadi itu acara dangdutan. Untung kami gerak cepat. Bisa-bisa ikut ajojing juga aku. Jeb..ajeb..ajeb...jeb..ajeb..ajeb (Semacam dugem tradisional)

 

Setelah itu kita lewat jalan lain. Jalannya berpasir. Motor yang aku bonceng dengan temanku pun nyaris oleng. Gerak refleks kuturunkan kakiku ke bawah. Semacam jurus tapak kuda.  Jadinya gak jadi jatuh. Abis itu acara pelantikan, jam 12 malam. Main-main di pantai. Photo-photo. Seneng-seneng. Bakar-bakar jagung. Ketawa-ketawa. Sing song pake galau. Tidur jam 3 bangun jam 5. Maen di pantai lagi. Tapi udah rame aja tuh pantai jam segitu.

 

Cemara udang

Beli gorengan tempe yang harganya masih 500 perak, beli Aqua botol harganya 2000 perak (untuk ukuran tempat wisata ini murah bed).
Terus aku jalan-jalan ke pantai sendiri kayak orang ilang. Lihat ombak. Liat jejak-jejak kaki orang. Lihat cemara udang berjejer-jejer. Lihat adik kecil lagi maen-maen di potret-potret papanya (ini sumpah, yang aku lihat murni adeknya. Bukan buat godain papanya). Lihat orang pacaran (pagi-pagi lho!!). Balik ke pendopo bantu beres-beres. Ketawa-ketawa lagi. Dipanggil “JEMEK” lagi (Semacam nama lapanganku di Himmah). Udah. Pulang.


Yang bikin keren di Kuwaru Beach ya cemara udang nya itu. Banyak bed.
Keren, cemaranya kayak didrama korea. Jejer-jejer rapi. Kamu pake pakean dingin, jaket tebel berbulu pasti orang nyangka kayak diluar negeri deh. Cobain aja #ilmuSesat.


Next time aku upload pict seru-seruannya ya :)  #salamWanitaCantik

Minggu, 01 Juli 2012

Samurai si Mbah

Aku+mbah :D (jaman baheula)

      Sepi sendiri di Himmah. Aku nulis postingan ini pas sendiri di Himmah. Cuma duduk depan layar komputer diiringi music greenday. La…la…la…la...la... Pikiranku melayang-layang. Terutama pikiran horror,  soalnya Himmah ini dikenal angker juga. Gak lucu kan kalo tiba-tiba ada penampakan atau sekedar bayangan-bayangan putih yang menari indah di hadapanku. Brrrrrr….cara ampuh pura-pura mati pun gak bakal mempan. Aku putusin nge-blog aja deh.


Nulis apa ya? Yang ringan tapi bermutu. Ehm….apa ya (15menit kemudian). Gak nemu-nemu guys. Berpikir keras sampe otak ngebul. 


Yaudah aku cerita aja tentang mbahku ya. Iya mbahku di Pati. Aku keinget dia nie, pengen pulang kerumah. Kangen, soalnya dia tuh babe keduaku drumah. 

 

      Babeku kan jarang di rumah karena mesti tugas di luar kota. Pulang pun paling 3 bulan sekali.  Tapi aku tetap sayang kok ama beliau meskipun intensitas ketemu jarang. Beliau ngertiin aku banget, pas aku mohon-mohon minta bb(blackberry-red), beliau ngabulin permintaanku. Yah asal permintannya masih wajar dan mampu pasti dibeliin. Nah, misiku selanjutnya adalah kamera SLR. Semoga cepat terkabul. Aminn ya Allah,
 

Aku, sepupuku dan Omku plus motor trailnya :)

      Back to ke babe keduaku yaitu mbahku. Jangan dianggep mbahku ini mbah-mbah kuper ya. Jangan salah, dia itu gaul abis. Dulu hobinya main motor trail. Suka nonton balapan motor trail. Suka jalan-jalan gak penting. Pokonya kayak gitu-gitu. Makanya om-omku pada ngikut suka motor aneh itu juga. Pas aku kecil,  sering tuh aku diboncengin omku pake motor begituan. Malu, soalnya asepnya kemana-mana plus berisik abis. Tron..tron…..

     

     Mbahku juga yang ngajarin aku nyetir mobil. Tapi kalo diajarin ama dia mesti sabar. Pasti dibentak-bentak. Aku si karena gak ada pilihan lain aja makanya mau. Itupun kalo diajarin masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Sampe sekarang belom lancer, ilmunya gak nempel di otak. T_T
Kabar terbaru katanya mbahku mau jual samurai warisan dari buyutku. Hahahhaa….lucu kan. Aku diceritain ibuku aja ngakak. Darimana ya buyutku punya samurai. Kayaknya keluargaku gak ada bau-bau keturunan jepang deh.
 

Samurai alias celurit mbah kurang lebih kayak gini :D

Menurut referensi dari  internet, sebenarnya samurai itu nama seorang perwira atau pembagian kasta-kasta masyarakat Jepang. Salah kaprah dikeluargaku. Samurai dikira pedang panjang runcing yang persis mirip di film the last samurai itu. Hemm, males juga jelasinnya ke mbahku. Males diomelin ini itu. Mbahku kan cerewet.
 

Tapi buat ngobatin penasaranku, pas aku pulang aku tanyakan kabar ini ke mbah.
Dalam jawa:
“Kata ibu mau jual samurai mbah!”


“Kok tau, iya nok. Doakan laku.”


“Buyut darimana dapet samurai. Kita ada keturunan jepang apa mbah.”


“Mbah ya gak tahu. Buyut gak cerita.”


Dan pembcaran pun telah beralih, di dominasi angan-angan mbah bila samurai itu kejual. Mau beli inilah itulah -___-. Pendengar setia. Kayak anak kecil. Sumpah! Tapi emang itu si sifat mbahku yang kadang bikin kangen. :)

 

     Katanya si iya mau jual warisan pedang samurai. Mau dijual 1M katanya. Dalam hati si kalo bener seharga segitu aku ikut seneng. Alhamdulilah bed. Tapi apa iya ada orang yang mau beli pedang kayak celurit itu seharga 1M. Hedeh,,


Dan sampe sekarng aku masih gak tau darimana buyutku bisa dapet pedang samurai itu. Masih menjadi misteri dan biarlah menjadi misteri ilahi. Soalnya buyutku udah meninggal. Gak mungkin bangkit dari kubur cuma mau ngejelasin hal ini ke aku. hehhehehe

Jumat, 22 Juni 2012

Kenapa kamu?

 

Aku sudah jenuh.  Aku masih ingin memprtanyakan lagi cintamu. Aku masih ingin mendengar jawabanmu. Aku masih ingin mempertanyakan mengapa hari itu ke hempaskan aku. Bukan dari mulut temanmu, ataupun DIA.


Terserah kau bilang aku menyedihkan atau apapun. Memang itu benar. Itu kenyataan. Aku tak akan mengelak. Kenapa kamu, kenapa?? Kenapa susah, susah sekali. Kenapa dulu kita pernah punya cerita.  Aku ingin lupa, ingin amnesia.


Aku ingin perrgi ketempat orang-orang yang tak pernah mengenalku. Biar aku bisa larut dalam duniaku sendiri. Sendiri.

Tak pernahkah sedikitpun kamu ingat aku? Aku disini, aku di Yogya. Yakin, kau pasti juga tak tau. Aku menanti keajaban jika tiba-tiba saja kau menghubungiku. Aku masih menunggu, entah sampai kapan itu.



Kamis, 21 Juni 2012

Workshop Prof. Mindy McAdam

Allah selalu memberiku kesempatan untuk mengembangkan potensiku. Iya aku merasakan itu. Selalu saja ada kegiatan yang memberiku banyak pengalaman dan pengetahuan baru. Terima kasih Ya Allah :)

 

Selasa lalu, aku baru saja mengikuti sebuah workshop jurnalistik online di Universitas Atmajaya. Rencana awal, aku berangkat dengan  temanku. Namun nampaknya Dewi Fortuna belum berpihak padanya. Quota peserta sudah penuh dan ‘tak bisa menampung peserta lagi. Hari itu untung saja  aku sudah mendaftar lebih awal. Yah, akhirnya datang sendiri deh.
Agak canggung memang jika kita membawa identitas agama di kampus yang berbeda dengan agama kita. Tapi kurasa itu bukan jadi masalah besar. Toh, aku yakin lingkungan ademik seperti ini tak akan memiliki pikiran sepicik itu, yang hanya membedakan seseorang dari agamanya saja.


***
Gak tanggung tanggung lho workshopnya. Pembicaranya seorang profesor dari universitas Florida. Proff Mindy McAdams namanya. Workshop yang berlangsung hampir 6 jam itu full pake english. Puyeng puyeng deh nie kepala. Haduh, makin merasa jadi orang bodoh. 


Meskipun begitu aku  berusaha ekstra keras buat paham apa yang disampaikan sang profesor. Kurang lebih yang disampaikan sang profesor adalah tentang bagaimana etika online jurnalisme. Beliau menyebutkan bahwa di era yang serba canggih ini, siapa saja bisa menyebarkan berita. Entah akurat atau tidak namun sebagai intelektual tentunya kita memiliki takaran tersendiri apa itu berita yang layak disebut berita. Terus prof. Mindy juga nyebutin jika ada wartawan aljazeera yang menggunakan akun pribadi  twiternya sebagai media penyampaian berita. Ternyata banyak kan sarana buat menyampaikan berita. Kita bisa berlagak bak wartawan sungguhan dari akun pribadi kita. Tapi tentunya ke akuratan berita yang disampaikan tetap nomor satu ya?
Pokonya banyak banget ilmu yang disampaikan. Aku juga sempat meminta soft copy materi dari profesor. Kalo teman-teman minat, jangan ragu buat hubungi aku.


***
Workshop ini eksklusif menurutku karena daalam workshop tersebut hanya untuk 25 peserta dan aku termasuk didalamnya. Beruntungnya aku.
Dari mahasiswa, wartawan sampai dosen juga ada. Kebanyakan memang dari lingkungan AtmaJaya sendiri. Tapi ada juga kok mahasiswa dari UGM dan UNY. Eh dapet temen baru deh, mbak nasti dari Harian Jogja dan juga mbak ela mahasiswa UNY. Ketemu juga temen sesama persma dari UGM, mas AP. Bukan cuma ilmu baru, tapi dapet temen baru juga.
Ketika sesi tanya jawab,jreng..jreng...jreng. Di otak udah muter-muter buat mikir mau nanya apa. 


”Jangan tunjuk saya prof, jangan tunjuk saya prof,” ungkapan dari  hati  yang  terdalam. Bisa dibilang pas sesi tanya jawab ini, tempat ajang kebolehan siapa yang jago englishnya. Semuanya jago-jago, pinter-pinter, sumpah salut bed. Dan aku cuma bisa jadi pendengar setia.


Hikmahnya ikut workshop ini adalah tekatku makin kuat buat menguasai bahasa inggris. Mudahkanlah jalanku Ya Allah. Amin

Minggu, 17 Juni 2012

Buku Baru :D

        Dalam semalam aku bisa menghabiskan buku ”Madre” sebuah kumpulan cerita Dee. Ini rekor membacaku yang tercepat. Puas rasanya. Begitu aku menikmati lembar perlembarnya. Bikin candu, lagi dan lagi.
        Kemarin sore aku kalap mata,selain “Madre”ada lima buku lagi yang kubeli. Entah kerasukan setan apa aku sore itu. Uang saku satu minggu seketika ludes. Jika tak ada uang untuk makan, terpaksa buku-buku ini aku makan saja mungkin. Hahahahahah..
        Tapi sungguh, satu minggu ini aku benar-benar krisis. Ada memang tabungan tapi aku sudah janji pada diriku sendiri tak akan menyodomi celengan kaleng angry bird- ku lagi.Entahlah,
Meskipun begitu tetap  aku tak menyesal. Justru aku senang rasanya membaca buku miliku sendiri. Bisa membaca sesukaku tanpa kawatir diburu atau kawatir kena marah jika buku itu lecek. Kebiasaan buruk tukang pinjem

Salah seorang temanku bertanya “Ngapain beli buku sebanyak itu?”
“Dibaca donk. Ini kan abadi. ‘Kan bisa diwarisin ke anaku atau adeku nantinya.” Jawaban sakti yang tiba-tiba muncul dari otak. Meringis

       



   Setelah katam membaca buku ini, aku jadi percaya bahwa tak ada yang kebetulan di dunia ini.










    Tanya kenapa? Karena aku ingin lebih mengenal bapak bangsaku sendiri.

       



        Tanya kenapa? Karena aku ingin lebih mengenal bapak bangsaku sendiri.
        Karya Dee juga. Tak perlu ragu lagi dengan karyanya. Ini seri pertama Supernova. Ada tiga seri lagi yang menunggu untuk aku beli.


       Saman. Tertarik. Sebelumnya aku tak pernah mendengar nama Ayu Utami. Hingga suatuhari aku melihat tayangan di metro tv yang meliput kediamannya. Tak habis piker bagaimana rumah orang bisa seperti itu. Jadi tertarik baca karyanya deh.




 

    

    Sepatu dahlan . Aku kagum akan sosoknya yang sederhana tapi memiliki pemikiran dan hati yang luar biasa